KPUD Kota Cilegon Terus Mutakhirkan Data Pemilih

Cilegon – Menjelang puncak verifikasi pendaftaran Bakal Calon Anggota Legislatif (Bacaleg), Komisioner KPUD Kota Cilegon kejar target pemutakhiran daftar pemilih. Hingga saat ini Daftar Pemilih Sementara Hasil Perbaikan (DPSHP) masih terus diperbaiki. Diketahui hingga saat ini jumlah DPSHP yang telah dikantongi oleh KPUD Kota Cilegon sebanyak 277.618 pemilih.

Masalah yang sering ditemui dalam pengumpulan data pemilih antara lain kegandaan dan pemilih yang belum mempunyai KTP Elektronik. Namun untuk menghadapi hal ini, KPU mengungkapkan untuk terus mengajak masyarakat turut bekerja sama. Karena peran serta aktif dari masyarakat akan sangat berdampak pada pengumpulan data tersebut.

“Untuk kegandaan, kita kan pakai system online, dimana sering terjadi buffering. Jadi kalau operator sedang mengkilk data sedangkan system masih buffering, itu terdeteksi data ganda. Itulah salah satu penyebab terjadi kegandaan, dan nanti itu yang akan diproses untuk dihilangkan,” ungkap Irfan Alvi, ketua Komisioner KPUD Cilegon.

Untuk pemilih yang belum mempunyai KTP Elektronik KPU mengungkapkan akan memproses ke pihak Disdukcapil agar segera dapat diurus. Beberapa data tanpa KTP elektronik ini umumnya ditemukan di beberapa dapil saja antara lain Pulomerak, Gerogol. Sedangkan di daerah pemilihan lain menurut data KPU sudah tidak ada lagi pemilih dengan tanpa KTP Elektronik.

“Saat ini kita sudah mulai proses print out DPSHP dan kita akan sampaikan ke public dan saya sampaikan kepada masyarakat untuk turut berperan aktif,” sambung Irfan.

Data yang telah di print out tersebut nanti akan disebar oleh KPU di tempat – tempat strategis. Tujuannya agar masyarakat dapat melihat data yang telah tercantum. Nantinya masyarakat dapat memantau secara langsung apakah namanya sudah terdaftar atau belum dalam daftar tersebut. Jika belum terdaftar maka dihimbau oleh KPU segera menghubungi pihak Panitia PPS setempat. PPS lalu melaporkan ke KPU.

Meski sering mengalami permasalahan teknis, namun KPU optimis bahwa sistem yang kini dipakai oleh KPU merupakan sistem terbaik. Buktinya sistem Sidalih telah diadopsi oleh Myanmar yang tengah menjalani regulasi kepemimpinan dari militeristik ke pemerintah yang demokratis. Selain Myanmar ada juga Tunisia, Malaysia, Filipina, Timor Leste dan Kamboja.

Selain peran serta masyarakat, KPUD Cilegon juga membuka akses yang seluas – luas untuk Banwaslu untuk dapat ikut mengoreksi data yang telah dihimpun oleh KPUD. Tujuannya jika Banwaslu mendeteksi adsanya kesalahan data atau kegandaan data pemilih yang dicurigai, bisa langsung diproses lebih lanjut. Hal ini akan mempercepat proses pemutakhiran data pemilih tentunya. (IBC/SBS32)

You might also like
Comments
Loading...