Aspirasi Rakyat dan Terpercaya

KPUD Kota Cilegon Identifikasi 946 Data Pemilih Anomali

Senin, 1 Oktober 2018

Data Pemilih Sementara (DPS) telah ditetapkan menjadi Data Pemilih Tetap (DPT), namun terus didalami dan dicermati untuk menyempurnakan data tersebut. Dalam upaya pencermatan tersebut KPUD menemukan 964 data anomali yang perlu ditinjau ulang. 

Satubanten.com – Salah satu komponen suksesnya penyelenggaraan Pemilu adalah terjaminnya hak pilih masyarakat dalam berpartisipasi mengikuti pemilu. Oleh karena itu Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kota Cilegon sebagai penyelenggara Pamilu 2019 terus menyempurnakan Data Pemilih Tetap (DPT) yang telah tersusun. Meski data pemilih tersebut telah ditentukan statusnya dari Daftar Pemilih Sementara (DPS) menjadi Data Pemilih Tetap (DPT) namun pengamatan dan pendalaman terus dilakukan.

Hal tesebut diutarakan oleh Ketua KPUD Cilegon Irfan Alfi dalam Rapat Pleno Terbuka penyampaian hasil pendalaman DPT Hasil Perbaikan (DPT HP), Minggu (30/09) di Kantor KPUD Kota Cilegon. Dalam pendalaman yang dilakukan oleh KPU, ditemukan adanya data yang masih belum sesuai, baik data ganda yang terekam maupun data anomali yang kurang lengkap.

“Dalam proses pendalaman dan penelusuran nanti yang akan kita lakukan adalah, pertama memasukkan data pemilih yang belum masuk ke dalam daftar pemilih. Kedua, menghapus data – data yang tidak memenuhi syarat (TMS). Bagian TMS ini terdiri dari 2 bagian yakni data ganda atau data anomali. Untuk data ganda kemarin kita sudah hapus 285 yang terindikasi data ganda,” tuturnya.

Baca Juga : KPUD Kota Cilegon Terus Mutakhirkan Data Pemilih

Sementara data anomali menurut penelusuran KPU, hingga saat ini terdapat 946 data anomali yang tersebar di seluruh kecamatan Kota Cilegon. Menurut data yang disampaiakan KPUD Kota Cilegon, berdasarkan alamat pemilih terdapat 5 orang yang masuk dalam daftar pemilih anomali. Sedangkan berdasarkan NIK, ada 668 data yang tidak lengkap nomor NIKnya sehingga perlu dipastikan dan dikroscek ulang. Dari segi tanggal lahir juga terdapat 78 orang yang masuk dalam daftar anomali sedangkan secara usia ada 182 orang yang masuk dalam daftar pemilih anomali yang berusia 17 tahun.

Irfan mengatakan bahwa pihaknya memang memaklumi adanya data anomali tersebut. Data – data ini muncul juga salah satunya karena adanya protes dari pemilih yang mengatakan bahwa dirinya belum terdaftar dalam hak pilih sehingga pengkajian terus dilakukan oleh KPU.

“Jadi kenapa masih ada saja data anomali ini, ya karena ada yang lapor ke kita kalau dirinya belum terdaftar dalam data pemilih akhirnya kita cek ulang. Hingga dua bulan kedepan kita akan terus dalami sehingga data pemilih ini bisa tersususn lengkap. Karena tagline kita adalah Gerakan Melindungi Hak Pilih,” imbuhnya.

Ditulis oleh : Imam B. Carito

Diedit oleh : SBS032

*Baca tulisan lain Imam B. Carito atau artikel lain tentang  KPUD Kota Cilegon atau artikel lain tentang Pemilu 2019.

You might also like
Comments
Loading...