KPK Mesti telusuri Kakayaan Calon Kapolri

Jakarta, SatuBanten- Presiden Joko Widodo (Jokowi) diminta memerhatikan latar belakang calon Kapolri untuk pengganti Jenderal Sutarman yang pada Januari 2015 akan memasuki masa pensiun, bukan hanya prestasi tapi juga soal integritas.

“Saya kira jika secara normatif tentu masalah rekam jejak, kepangkatan dan angkatan akam menjadi pertimbangan-pertimbangan utama. Di samping soal-soal semacam kadar intelektual serta visi dan misi ke depan dari mereka juga akan menjadi pertimbangan,” kata Ketua Setara Institute Hendardi, kemarin.

Ia menjelaskan visi dimaksud agar kepolisian ke depan menjadi institusi pelindung dan pengayom masyarakat mesti menjadi pedoman para calon Kapolri.

Sementara terkait calon-calonnya, Hendardi menilai yang cukup untuk menggantikan posisi Sutarman di antaranya Komjen Badrodin Haiti, Komjen Budi Gunawan, Irjen Safruddin, Irjen Suhardi Aliyus, Irjen Pudji Hartanto dan Irjen Unggung Cahyono.

“Namun semua hak prerogratif Presiden Jokowi untuk memilih calon Kapolri,” ujarnya.

Kemudian, kata dia, terhadap calon-calon Kapolri nantinya harus memiliki semangat pemberantasan korupsi dan itu perlu ditunjukkan dengan transparansi atas laporan harta kekayaan yang dimilikinya. Menurut dia, itu merupakan salah satu yang dipertimbangkan oleh Presiden Jokowi dalam mengangkat Kapolri nanti.

“Tidak jadi masalah juga apabila KPK dan PPATK menelusur harta kekayaan para calon Kapolri agar tidak terjadi fitnah serta isu-isu yang digunakan untuk mendiskreditkan antar calon. KPK juga dapat merujuk hasil-hasil pemeriksaan internal kepolisian yang selama ini ada,” jelas dia.

You might also like
Comments
Loading...