Korban Tsunami Hingga Ratusan Ribu Jiwa, Indonesia Catat Sejarah

Satubanten.com, (05/11/2018) – Menurut data yang berhasil dicatat sejarah, Indonesia telah dilanda gempa disertai tsunami dengan korban lebih dari 500 korban jiwa sebanyak 12 kali.

Melansir dari laman resmi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), hampir seluruh pulau di Indonesia, yang menjadi jalur ring of fire (cincin api) telah mengalami tsunami. Seperti yang tercatat sejarah, kejadian pertama kali pada tahun 1674 di Kepulauan Maluku yang menimbulkan 2243 korban jiwa.

Sedangkan tsunami yang paling baru adalah tsunami di Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah (Sulteng). Tsunami dengan korban jiwa terbanyak adalah saat tsunami di Aceh pada tahun 2004 dengan jumlah korban jiwa sebanyak 227.898.

Dengan kejadian bencana alam tersebut, BMKG mengajak masyarakat Indonesia untuk menolak lupa agar semua lapisan masyarakat sadar akan kebencanaan.

Karena negara Indonesia berada di lingkaran cincin api (ring of fire), atau merupakan supermarket bencana. BMKG meminta untuk masyarakat perbanyak literasi tentang pengetahuan kebencanaan untuk menjaga fasilitas kebencanaan dan tentunya banyak berdoa agar negeri ini terhindar dari bencana.

Berikut daftar daerah yang terkena bencana gempa dan tsunami :

• Kepulauan Maluku pada 6 Mei 1674, dengan kekuatan magnitudo gempa 6.0, sumber tsunami berada di laut Banda, dan korban sebanyak 2.243 jiwa

• Bali pada 22 November 1815, dengan kekuatan magnitudo gempa 7.0, sumber tsunami berada di Bali, dan korban sebanyak 1.200 jiwa.

• Sumatera Barat dilanda dua kali, yakni pada 16 Februari 1861, dengan kekuatan magnitudo gempa 8.5, sumber tsunami berada di Barat Daya Sumatera, dan korban sebanyak 1.105 jiwa. Kemudian tanggal 9 Maret 1861, dengan kekuatan magnitudo gempa 7.0, sumber tsunami berada di Barat Daya Sumatera, dan korban sebanyak 750 jiwa, jadi total 1.855 jiwa.

• Kepulauan Maluku kembali dilanda gempa pada 30 September 1899, dengan kekuatan magnitudo gempa 7.8, sumber tsunami berada di Laut Banda, dan korban sebanyak 2.460 jiwa.

• Sulawesi Selatan pada 23 Februari 1969, dengan kekuatan magnitudo gempa 6.1, sumber tsunami berada di Selat Makassar, dan korban sebanyak 600 jiwa.

• Nusa Tenggara Timur pada 18 Juli 1979 dan sumber tsunami berada di NTT, dengan korban sebanyak 539 jiwa.

• Pulau Flores pada 12 Desember 1992, dengan kekuatan magnitudo gempa 7.8, sumber tsunami berada di Laut Flores, dan korban sebanyak 2.500 jiwa.

• Aceh pada 26 Desember 2004, dengan kekuatan magnitudo gempa 9.1, sumber tsunami berada di Barat Daya Aceh, dan korban sebanyak 227.898 jiwa.

• Nias pada 28 Maret 2005, dengan kekuatan magnitudo gempa 8.6, sumber tsunami berada di Barat Sumatera, dan korban sebanyak 1.000 jiwa.

• Jawa Barat pada 17 Juli 2006, dengan kekuatan magnitudo gempa 6.8, sumber tsunami berada di Pangandaran, dan korban sebanyak 664 jiwa.

• Terakhir di Palu pada 28 September 2018, dengan kekuatan magnitudo gempa 7.7, dan korban sebanyak 2.113 jiwa. (SBS/029)

You might also like
Comments
Loading...