Korban Tabrakan Kapal Ferry di Merak, Ditemukan Meninggal Dunia

Merak (24/4/2019), SatuBanten News – Memasuki hari ketiga paska tabrakan antara sesama kapal ferry di perairan Pelabuhan Merak, satu anak buah kapal KMP Windu Karsa Dwitiya yang jatuh di lautan pada Senin (22/4/2019), akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Rabu (24/4/2019) sekitar pukul 08.20 WIB.

“Jasad korban ditemukan pagi tadi sekitar pukul 08.20 WIB oleh tim SAR, tidak jauh dari lokasi kapal bersenggolan, sekitar 1,5 mil dari lokasi kejadian, atau 1 mil sebelah barat Pulau Merak Besar, ” ujar Koordinator SAR PT ASDP Pelabuhan Merak, Radmiadi.

Radmiadi mengatakan bahwa Tim SAR gabungan selanjutnya membawa jasad ABK itu ke Rumah Sakit Krakatau Steel Cilegon guna menjalani pemeriksaan sebelum diserahkan kepada pihak keluarga korban.

“Jasadnya dievakuasi menggunakan kapal Basarnas RB SAR 410,” katanya.

Dengan telah ditemukan jasad Rindang Roch Basuki, operasi pencarian dan penyelamatan oleh Tim SAR dinyatakan diakhiri. “Operasi dinyatakan ditutup karena sudah ditemukan,” jelas Radimiadi.

Dua kapal feri bersenggolan di perairan Pelabuhan Merak, Banten pada Senin (22/4) sore, sekitar pukul 16.30 WIB. Akibat senggolan itu, kedua kapal mengalami kerusakan, dan sejumlah penumpang luka-luka serta satu Anak Buah Kapal (ABK) berpangkat Mualim I bernama Rindang Roch Basuki dilaporkan jatuh dari kapal ke laut.

Kronologis kejadiannya, KMP Windu Karsa Dwitiya dengan tujuan Pelabuhan Bakauheni, Lampung Selatan, keluar dari Pelabuhan Merak, sesampainya di break water pelabuhan setempat, bersenggolan dengan KMP Virgo 18 yang dari arah pelabuhan Bakauheni tujuan Pelabuhan Merak, Banten yang hendak berlabuh di Pelabuhan Merak. (Ara/SBS)

You might also like
Comments
Loading...