Kontribusi Semen Padang Memajukan Pendidikan Bangsa

Oleh SupadilahAlumni Jurusan Fisika Universitas Andalas, Padang

“Bagi Aidil, besok itu artinya bisa pekan depan atau bahkan bulan depan. Sementara, bulan depan pula jatuh tempo pembayaran uang kuliahnya. Kedua orangtuanya semakin keras memeras keringat. Dia semakin rajin kuliah. Kondisi semacam itu dialami oleh Aidil setiap tahun. Namun, dua tahun belakangan ini, kerisauan serupa tidak lagi ia alami. “

Risau benar hati Aidil (19), anak dari Indarung, Padang. Sebentar lagi harus bayar uang semesteran kuliah. Aidil sudah bilang ke bapaknya. Namun, bapaknya yang sehari-hari berdagang di Pasar Pagi itu hanya menjanjikan besok. Bapaknya gigih berjualan. Namun tetap saja keuangan keluarga mereka kembang kempis. Bahkan setelah ditopang amaknya yang berjualan lontong pical di depan rumahnya.

Bagi Aidil, besok itu artinya bisa pekan depan atau bahkan bulan depan. Sementara, bulan depan pula jatuh tempo pembayaran uang kuliahnya. Meski telah berlarut dalam pikirannya, Aidil tetap berangkat ke kampus untuk kuliah.

Bagaimanapun galau hatinya, fokusnya tak boleh kacau. Aidil tetap mengikuti kuliah dengan penuh perhatian. Tak ingin dia semakin membuat susah orangtuanya. Kerja keras orangtuanya harus ia bayar dengan kesuksesan kuliahnya. Dia hanya harus kuliah dengan rajin, tidak harus berpanas-panasan dan berpeluh-peluhan seperti kedua orangtuanya.

“Biarlah kami yang menderita, asal bukan anak-anak kami,” begitu kata Bapak yang Ia ingat betul-betul.

Hendak berhenti kuliah, tak mungkin. Dialah harapan besar bagi keluarganya untuk mengangkat nasib keluarga. Di keluarganya, hanya dia yang kuliah. Kedua orangtuanya hanya lulus sekolah dasar. Maka, kepayahan yang dihadapi keluarga justru sebuah tantangan untuk menggapai hidup lebih baik. Berusaha dan berdoa itulah yang dilakukannya. Kedua orangtuanya semakin keras memeras keringat. Dia semakin rajin kuliah.

Kondisi semacam itu dialami oleh Aidil setiap tahun. Namun, dua tahun belakangan ini, kerisauan serupa tidak lagi ia alami. Semua itu berkat adanya beasiswa dari PT Semen Padang. Lewat program Corporate Social Responsibility (CSR), PT Semen Padang menggelontorkan dana besar untuk membantu pendidikan anak bangsa.

Sudah banyak yang merasakan manfaatnya. Aidil adalah salah satunya. Bersama ribuan anak bangsa lainnya, pendidikan mereka terbantu. Beban biaya pendidikan teringankan. Kini sudah ada jalan untuk biaya kuliahnya.

Kontribusi Semen Padang Untuk Pendidikan

Selain sebagai lokomotif pembangunan, PT Semen Padang memberikan kontribusi besar dalam pendidikan. Keberadaan haruslah bermanfaat dan menjadi solusi masalah yang dialami masyarakat.

Melalui program Corporate Social Responsibility (CSR), secara kontinu PT Semen Padang bersama anak perusahaan dan afiliasinya menggelontorkan beasiswa pendidikan kepada siswa-siswi dari berbagai jenjang termasuk mahasiswa.

Untuk mendapatkan beasiswa tersebut, calon penerima haruslah berprestasi dan dari keluarga tidak mampu. Jumlah penerima beasiswa ini juga meningkat setiap tahunnya. Penyalurannya dilakukan pada tahun ajaran baru atau pergantian semester.

Pada tahun ajaran baru 2019/2020, total bantuan dana pendidikan yang disalurkan mencapai Rp 1,06 miliar. Dana ini dihimpun melalui Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Baznas Semen Padang. Dalam tiga tahun terakhir, sejumlah Rp 7,5 miliar dana telah disalurkan untuk 3000 penerima.

Dengan program beasiswa tersebut, PT Semen Padang telah menyelamatkan pendidikan anak bangsa. Kiranya hal itu tidaklah berlebihan. Memang, semua orang berhak mengenyam pendidikan. Namun tidak semua orang diberi kemampuan yang sama untuk mendapatkan pendidikan.

Ada banyak keluarga yang kurang beruntung, seperti Aidil misalnya, yang harus berpikir keras untuk membiayai kuliahnya. Maka, beasiswa menjadi hal yang paling ditunggu oleh mereka yang sangat membutuhkan untuk melanjutkan keberlangsungan pendidikan.

Kondisi ini disadari betul oleh PT Semen Padang. Oleh karena itu, lewat program CSR-nya, salah satunya adalah memberikan beasiswa. Beasiswa ini diberikan kepada siswa kurang mampu namun berprestasi. Kategori ini dipilih agar beasiswa yang diberikan dapat memberikan manfaat yang lebih optimal.

Semakin hari biaya pendidikan semakin mahal. Sementara, harga-harga kebutuhan pokok lainnya juga meninggi. Akibatnya kita harus semakin piawai mengelola keuangan. Beban pun semakin besar. Beasiswa bisa menjadi salah jalan yang dapat mengurangi beban tersebut.

Agar pemberian beasiswa berdampak positif memang baik jika diberikan syarat si penerima harus berprestasi. Semacam pertanggungjawaban atas penggunaan beasiswa agar memberikan pengaruh yang positif. Beasiswa dari PT Semen Padang merupakan potret atas kepedulian terhadap pendidikan anak bangsa.

Kepedulian PT Semen Padang terhadap pendidikan juga diwujudkan dengan memberikan beasiswa kepada pelajar di daerah lain seperti Dumai dan Lampung. Semen Padang juga membangun sekolah dari tingkat SD, SMP, hingga SMA/SMK. Ini menjadi bukti Semen Padang yakin bahwa pendidikan bisa mengubah kehidupan dan menjadi jalan tercepat memutus rantai kemiskinan.

Program Berkelanjutan

Bagi banyak orang, beasiswa sangatlah berharga dan menjadi penyambung nafas bagi keluarga untuk membiayai pendidikan. Banyak yang menggantungkan harapannya dari beasiswa. Oleh karena itu, tentu akan sangat baik jika program beasiwa semacam ini berkelanjutan, sepanjang tahun.

Hal ini bertujuan agar keluarga yang masuk dalam kategori tidak mampu mendapat ‘jaminan’ bagi pendidikan keluarganya. Namun, biasanya beasiswa ini diberikan secara periodik. Untuk mendapatkannya lagi harus mendaftar ulang. Penerima bisa jadi tidak dapat lagi beasiswa pada periode selanjutnya.

Beasiswa bisa dibilang  amal jariyah. Amal yang memberikan pahala tidak putus-putusnya meskipun yang pemberi sudah meninggal. Dari beasiswa itu bisa menyekolahkan generasi bangsa. Lalu jika ilmunya diterapkan dan memberikan manfaat, bukan hanya pahala untuk yang melakukannya tetapi juga untuk yang menjadi sarananya.

Kepala Divisi Layanan UPZ Nasional Baznas Pusat, Faisal Qosim, pernah mengatakan bahwa pogram bantuan pendidikan ini sangat bagus. “Dapat mengubah kondisi si penerima manfaat dari tidak berdaya menjadi berdaya. Ke depan orang yang diberdayakan itu dapat memberdayakan orang yang belum berdaya” katanya.

Kondisi pendidikan di Indonesia masih membutuhkan kepedulian dari berbagai elemen. Banyak keluarga yang tidak mampu menyekolahkan anaknya ke jenjang yang lebih tinggi. Padahal pendidikan merupakan hal yang sangat penting.

Pendidikan merupakan jalan pintas untuk memutuskan rantai kemiskinan. Kata Nelson Mandella, pendidikan adalah senjata paling ampuh untuk mengubah dunia. Lewat pendidikan, masyarakat yang miskin bisa berharap nasibnya bisa semakin baik.

Namun sebaliknya, jika tingkat pendidikan pada masyarakat itu rendah maka harapan untuk mengubah nasibnya pun semakin tipis. Oleh karena itu, seyogyanya kita saling bersinergi memajukan pendidikan di negeri kita.

Usia 110 tahun PT Semen Padang merupakan usia yang sangat matang. Perjalanan yang tidak singkat. Bahkan lebih tua dari usia republik. Kontribusi PT Semen Padang tidak diragukan lagi dalam membangun negeri. Telah banyak bangunan masyarakat maupun fasilitas publik dibangun dengan pelibatan berbagai produk dan karya dari perusahaan kebanggaan urang awak ini.

Telah banyak  anak negeri dibantu dengan keberadaan Semen Padang. Baik dibantu dengan pelibatan sebagai karyawan, staf, tenaga ahli hingga struktur perusahaan maupun berbagai program CSR PT Semen Padang, termasuk beasiswa pendidikan.

Tentu masyarakat berharap di usianya yang ke-110, lebih banyak lagi anak bangsa yang bisa mengecap kebermanfaatan dari program beasiswa dari PT Semen Padang. Bukan hanya untuk yang berada di ring 1 saja, tetapi menjangkau lebih jauh lagi. Semoga dengan beasiswa itu, bukan hanya melahirkan generasi yang pintar tapi juga berbudi. Aamiin.

Comments
Loading...