Kontras Akan Gugat Jokowi Terkait Bebasnya Pollycarpus

Jakarta (1/12/2014), SatuBanten – Komisi Untuk Orang Hilang dan Tindak Kekerasan (Kontras), mengungkapkan bahwa negara telah kalah dalam menyelesaikan kasus pembunuhan Munir Said Thalib.

Kekecewaan Kontras diungkapkan Chris Biantoro selaku Wakil Kordinator Kontras yang menilai bahwa Pemerintahan Joko Widodo (Jokowi)-Jusuf Kalla (JK) mengabulkan permohonan pembebasan bersyarat mantan pilot Garuda Indonesia Pollycarpus Budihari Priyanto, yang diketahui sebagai terpidana dalam kasus pembunuhan pejuang HAM.

“Keluarnya SK pemberian pembebasan kepada Polly menjadi preseden buruk bagi sistem hukum yang ada di Indonesia” terang Chris, Minggu (30/11/2014).

Chris menjelaskan bahwa novum yang sudah dilakukan tahun 2011, dan sudah dilakukan pembantalan Peninjauan Kembali (PK), namun pada 2014 ternyata dilakukan pembebasan bersyarat. “Seharusnya Polly sudah bisa bebas dari dahulu, dan kenapa baru sekarang, ini ada permainan kekuasaan orang-orang di sekeliling Jokowi,” tambahnya.

Chris menduga, ada keterlibatan mantan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Hendropriyono dalam pembebasan Pollycarpus. Pasalnya, dalam wawancara Alain Neirn, disebutkan adanya keterlibat Hendropriyono, yang belakangan dekat dengan PDI Perjuangan, dan disebut-sebut jadi tim sukses Jokowi-JK pada Pilpres 2004.

Lebih lanjut Kontras akan menggugat Presiden Joko Widodo karena pernah berjanji akan mempelajari kasus pembunuhan terhadap aktivis HAM, Munir Said Thalib. Itu dikatakan Jokowi kepada istri almarhum, Suciwati saat kampanye Pilpres. (Rini/B08)

You might also like
Comments
Loading...