Komposter Untuk Mengurangi Sampah

Lampung (28/06/2018) SatuBanten News – Senin 27 Mei 2018, dua mahasiswa UIN Raden Intan Lampung (nadiyah & nikma) dibantu dengan seorang pembina yaitu dosen Pendidikan Fisika Ardian Asyhari M.Pd melakukan sosialisasi komposter (alat pembuat kompos) ke penjual buah. Kegiatan ini berada dalam rangkaian agenda komunitas yang bergerak dalam bidang kepenulisan dan publikasi ilmiah yang bernama Can Smart Comunnity (CSC) . Csc yang berdiri pada tahun 2014 ini mulai menunjukan karyanya, setelah menemukan ide yang dirasa mampu menyelesaikan permasalahan yang dialami oleh masyarakat mengenai sampah.

Ide ini muncul ketika permasalahan sampah di kampus yang tak kunjung usai. Kampus UIN Raden Intan Lampung yang terkenal dengan kampus yang sejuk, dan tidak sedikit tumbuh pohon-pohon. tentu sebagai penghasil sampah organik yang banyak setiap harinya. Sehingga nya mahasiswa mahasiswa kreatif ini ingin memanfaatkan sampah yang banyak tersebut untuk diolah menjadi pupuk kompos,yang dinilai lebih bermanfaat dibandingkan sampah organik langsung dibakar.

Untuk menguji coba kelayakan alat komposter yang dibuat dari ember bekas tersebut, mereka mendatangi toko buah yang berada di daerah sekitar UIN Raden Intan lampung, untuk hari ini cukup 3 toko yang di kunjungi yaitu “Rumah Buah Sri Murni” “Berkah Buah” dan “Budi Buah”. Setelah diadakannya sesi wawancara didapatkan data bahwa selama ini sampah buah yang mereka hasilkan setiap hari nya hanya di buang begitu saja. Hal ini tentunya akan menambah semakin banyak nya jumlah sampah. Jika hal ini terus berlangsung akan memberikan dampak buruk bagi lingkungan sukarame itu sendiri.
Sehingganya sosialisasi ini akan terus dilakukan, untuk membantu lingkungan sukarame agar bisa tetap bersih.

Untuk pembuatan komposter nya itu sendiri,tidak terlalu susah dan bahan bahan yang digunakan juga bisa diperoleh dari barang bekas, seperti ember cat beserta tutupnya dan paralon. Selain memanfaatkan sampah organik,komposter ini bisa digunakan sebagai sarana pengurangan bahan bahan yang tidak terpakai contohnya ember bekas, yang mungkin bisa juga menjadi tambahan bagi sampah lingkungan.

Csc berharap ini tidak sekedar program yang sekali jalan saja.Tetapi bisa menjadi program yang berkelanjutan,dan mendapatkan dukungan dari banyak elemen, sehingga nya persoalan tentang sampah, sedikit demi sedikit bisa terselesaikan. Ini juga bisa membantu pemerintah untuk menyelesaikan persoalan sampah yang tak kunjung usai. (RR/SBS31)

You might also like
Comments
Loading...