Komisi dan Discount Adalah Beban Tersendiri atau Bagian dari Strategi Marketing

Ditulis Oleh:

Hendri, SE.MM

(Ketua Bidang Domestik Airlines ASTINDO DKI)

Prosentase yang besar, komisi atau discount ini menjadi magnet untuk membuat orang berbondong-bondong membantu memasarkan atau membeli suatu produk atau jasa.

Hansen dan Mowen yang diterjemahkan oleh Thomson Learning menyatakan bahwa biaya pemasaran adalah biaya-biaya yang diperlukan untuk memasarkan, mendistribusikan, dan melayani produk atau jasa. Melihat kondisi di bisnis travel agent saat ini sepertinya bertolak belakang dari kutipan diatas, karena perusahaan airlines menganggap bahwa komisi atau discout agent travel menjadi beban dan harus dikurangin atau bahkan ada yang lebih extrim dihapuskan.

Penetrasi pasar terjadi apabila semua pihak yg tergabung dalam komponen pemasaran pemasaran ikut berkontribusi yang dalam hal ini kami kaitkan yakni agent travel. Pertanyaan baru apakah masih perlukah tiket perlu dipasarkan agent atau cukup perusahan airlines jual langsung ke konsumen?

Berdasarkan data penjualan airlines penjualan langsung yang dilakukan oleh perusahaan airlines belum begitu besar dibandingkan dengan penjualan yang dilakukan travel agent baik travel konvesional maupun OTA (Online Travel Agent).

Disamping itu biaya yang dibutuhkan perusahaan airlines akan lebih besar apabila mereka memasarkan langsung. Bisa kita lihat di web airlines, mereka memberikan discount yang lebih besar bahkan sampai 30% ke konsumen langsung dibanding mereka memberikan komisi ke travel agent paling tinggi 5%.

Kenapa perusahaan airlines masih butuh travel agent konvesional ? jawabannya jelas disetiap counter atau gerai travel agent pasti ada stiker perusahaan airlines gratis, airlines tak perlu biaya iklan yang besar untuk mengenalkan produknya, bahkan ada juga yang memasang neon box perusahaan airlines yg support. Seperti dikantor kami, masyarakat taunya janjian di sriwijaya air muncul.

Apakah hanya perusahaan OTA Business to Customer (B2C)  saja yang harus dimanjakan karena dianggap masa agen konvensional sudah habis?

Market OTA  B2C hampir 60%,  sisanya travel agen konvensional dan OTA B2B (Business to Business ). Berdasarkan info yang kami tanya ke pelaku usaha tour guide travel agent tak berizin atau berizin ternyata banyak sekali yang issued ke OTA B2C ( traveloka dan Tiket.com), alasannya  sederhana, mereka memberikan discount dibawah harga airlines bahkan dibawah harga NTA agent travel.

Jadi intinya siapa pembeli terbesar OTA B2C Giant ya jawabannya travel agent itu sendiri dan tidak mengesampingkan banyak juga n User.  Sehingga yang terjadi bahwa data perusahaan airlines menjadi tidak valid.

Yuk kita berkosorsium antar travel agent menjadi solusi awal dari pada anda issued di travel Giant yang kedepannya bisa mematikan travel agent anda juga. (SBS/02)

You might also like
Comments
Loading...