KNKT Tegaskan Siap Baca dan Analisa Black Box Air Asia

Jakarta (9/1/2015), SatuBanten – Tim dari Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) menegaskan bahwa kelak jika kotak hitam AirAsia QZ 8501 sudah ditemukan, mereka bisa membaca dan menganalisanya.

Investigator dari KNKT, Nurcahyo Utomo memastikan teknologi di Indonesia saat ini sudah maju dan bisa membaca semua black box pesawat.

“KNKT mampu membaca kotak hitam. Kita punya alatnya. Buat apa dibawa ke luar negeri. Kalau dibaca di luar negeri malah nanti ada anggapan lain dari negara lain,” kata Nurcahyo di Lanud, Iskandar, Pangkalan Bun, Kota Waringin Barat, Kalimantan Tengah, Kamis (8/1/2015).

Teknologi yang dimiliki KNKT, kata Nurcahyo, sejajar dengan negara lain yang maju di sektor penerbangan. “KNKT dari 2009 punya laboratorium black box. Para ahli sudah disekolahkan ke Australia. Kita update hingga teknologi terbaru,” katanya.

Selain itu, sambungnya, KNKT juga sudah berpengalaman membaca black box dari berbagai pesawat yang mengalami kecelakaan hebat. “Kita sudah pernah baca black box, Lion Air yang patah dan terendam di Denpasar, Adam Air yang tenggelam di Mamuju, sekarang kita juga bisa baca yang AirAsia,” katanya.

Pengalaman terberat dalam membaca kotak hitam, kata Nurcahyo, adalah kotak hitam milik Sukhoi dari Rusia yang jatuh di Gunung Salak dan Adam Air.

“Yang Sukhoi itu kebakar semua. Kita harus ganti banyak kabel. Kita baca sekitar seminggu. Dan yang Adam Air itu terendam di laut delapan bulan lebih. Kita bisa baca dalam waktu seminggu lebih, itu buat baca saja, bukan analisis, kalau sampai analisis lebih lama lagi,” terangnya. (Ahmad/BSB/B01)

You might also like
Comments
Loading...