Aspirasi Rakyat dan Terpercaya

KLH dan TNUK Gandeng TMII Lepas Liarkan Burung Merak Hijau di Ujung Kulon

Taman Jaya (10/12/2019), Satu Banten – Dalam rangka memperingati Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional (HCPSN) tahun 2019, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jakarta bersama dengan Balai Taman Nasional Ujung Kulon dan Taman Mini Indonesia Indah (TMII) melaksanakan pelepasliaran satwa liar dilindungi berupa Burung Merak Hijau (Pavo muticus) yang berjumlah 6 (Enam) ekor dengan perbandingan sex rasio 2 (dua) ekor jantan dan 4 (empat) ekor betina. Pelepasliaran dilaksanakan di Pulau Handeleum yang merupakan bagian dari kawasan konservasi kawasan Taman Nasional Ujung Kulon di Provinsi Banten.

Dalam rilis yang diterima Satu Banten, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan melalui Direktorat Konservasi Keanekaragaman Hayati, Direktorat Jenderal Konservasi Sumberdaya Alam dan Ekosistem memiliki program prioritas pelestarian tumbuhan dan satwa liar dilindungi di habitat alaminya (In-Situ), salah satu bentuk programnya adalah menggalakkan upaya-upaya penambahan populasi satwa liar dilindungi, langka dan endemik melalui kegiatan pelepasliaran (release satwa liar) di alam.

Pulau Handeuleum dijadikan lokasi lepas liar Burung Merak Hijau. (foto:ist)

Masih dalam suasana peringatan Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional tahun 2019, Direktorat Konservasi Keanekaragaman Hayati mendukung Balai Konservasi Sumberdaya Alam Jakarta, Balai Taman Nasioal Ujung Kulon dan Lembaga Konservasi Taman Mini Indonesia untuk melaksanakan pelepasliaran satwa liar 6 ekor burung merak hijau (Pavo muticus) di kawasan konservasi Taman Nasional Ujung Kulon.

Upaya pelestarian satwa liar dilindungi di habitatnya menjadi tanggung jawab utama BKSDA Jakarta dan karena itu senantiasa mengajak semua pihak untuk terlibat dalam upaya-upaya pelestarian tersebut. Taman Mini Indonesia sebagai salah satu pemilik ijin Lembaga Konserasi Umum yang berada dalam wilayah binaan BKSDA Jakarta juga kami ajak untuk hal tersebut, hal ini mengingat bahwa TMII selain juga memiliki peran dan tanggung jawab dalam pelestarian satwa liar juga terbukti telah berhasil mengembangkan beberapa satwa liar dilindungi termasuk salah satunya jenis burung merak hijau. (RLS/SBS)

You might also like
Comments
Loading...