Klaim Hasilkan 80.000 Ton Tiap Panen, Kota Serang Ternyata Defisit Pangan

SERANG, Satubanten.com — Masalah ketersediaan pangan terutama di saat Pandemi menjadi isu yang dikhawatirkan. Pasalnya, banyak daerah yang mengalami kelangkaan pangan selama Pandemi berlangsung.

Kota Serang adalah salah satu Kota yang mengalami defisit pangan tersebut. Padahal Walikota mengklaim bahwa lahan pertanian di Kota Serang masih cukup banyak dan hasil beras yang di dapat setiap panen juga cukup banyak.

“Lahan pertanian di Kota Serang masih lumayan banyak seluas 6.000 Hektar, kemudian dari 6.000 hektar lahan tersebut menghasilkan beras setiap panen kurang lebih 80.000 ton,” ucapnya saat rapat bersama Gubernur Banten Wahidin Halim.

Hal ini ternyata dibantah oleh Kepala Dinas Pertanian (Distan) Kota Serang Edinata Sukarya. Ia mengatakan bahwa lahan pertanian di Kota Serang berkurang karena menjadi kawasan perumahan. Menurut Edinata, faktor itulah yang menyebabkan kekurangan stok beras.

BACA JUGA : Meski Masuk 10 Besar Provinsi Penghasil Beras Tertinggi, WH Wanti-Wanti Ketersediaan Pangan

“Kebutuhan stok beras di Kota Serang perbulannya sebanyak 5.807 ton. Dari jumlah itu, Kota Serang hanya dapat menyediakan sekitar lebih 4.000 ton. Kekurangannya, 1.807 ton beras diperoleh dari luar Kota Serang,” tuturnya saat ditemui di Kantornya.

Sementara itu data dari Kementerian Pertanian RI (Kementan) menyebutkan bahwa Provinsi Banten menempati peringkat 10 Provinsi dengan penghasil Beras tertinggi selama 2019.

Dalam daftar tersebut provinsi Banten yang berada di peringkat ke-10, dengan luas tanam 303.731 ha mampu menghasilkan 1.470.503 ton GKG atau setara 843.627 ton beras.

Meski berada di peringkat ke-10, Gubernur Banten Wahidin Halim memperingatkan agar waspada terhadap ketersediaan pangan di Provinsi Banten.

“Kita harus tetap siap siaga untuk ketersediaan bahan pangan dan ketahanan pangan di masa Pandemi Covid-19 ini,” pungkasnya. (IBC/SBS032)

You might also like
Comments
Loading...