Kisah Muhammad Ali: Pekerja Profesional Petrokimia Timur Tengah Asal Banten

Para tenaga kerja terdidik asal Indonesia saat ini bertebaran di berbagai negara Timur Tengah dengan berbagai posisi strategis.

Bekerja di perusahaan petrokimia adalah impian yang banyak didambakan oleh para pemuda di Banten, karena Banten bagia utara menjadi sentra industri petrokimia, khususnya Cilegon dan Merak.

Muhammad Ali adalah satu dari sekian anak muda Banten yang sangat berkeinginan bekerja di pabrik petrokimia. Dalam pemikirannya saat itu, bagaimana bisa bekerja dan sambil kuliah kelak nantinya.

Selepas lulus sekolah menengah atas dari SMAN 1 Kota Serang pada 1995, Ali mencoba keberuntungan melamar kerja ke PT Chandra Asri Petrochemical di Anyer yang saat itu baru diresmikan menjadi salah satu central industri petrokimia di Indonesia. Alhamdulillah saat itu dirinya diterima bekerja setelah melewati serangkaian tes akademik dan psikotes.

Penugasan pertamanya di bagian operation, yaitu salah satu unit kerja dalam rangkaian satu kesatuan industri yang terintegrasi. Sebelum memulai bekerja, Ali muda harus mengikuti serangkaian training dasar petrokimia dan pelajaran keselamatan kerja (safety first) hampir setahun lamanya.

Inilah awal perkenalan lebih lanjut bagaimana seseorang yang akan bekerja di pabrik petrookimia harus paham akan Piping dan Instrumentation Diagram (P&ID) yang merupakan skema dari jalur pipa, equipment, instrumentasi, control system dari suatu sistem proses serta harus memahami Standard Operating Procedure (S.O.P).

Selama delapan tahun, Ali bekerja di bagian Operation PT Chandra Asri yang bertugas melakukan control akan jalannya operasi pabrik. Mulai dari pengecekan equipment, monitoring DCS (Distributed Control System) hingga pengambilan sample produk.

Selama bekerja di Chandra Asri Ali mencoba menyelesaikan pendidikan S1 yang sempat tertunda beberapa kali. Alhamdulillah, ujian S1 mampu diselesaikan di salah satu kampus di Kota Serang, tepatnya Universitas Banten Jaya (UNBAJA) dengan mengambil jurusan Teknik Industri sekian tahun setelah dirinya lulus dari SMAN 1 Kota Serang pada 1995.

Perjuangan bekerja sambil kuliah sangat dirasakan, apalagi saat itu dirinya baru saja mempersunting gadis asal Rangkas Bitung menjadi pendamping hidupnya. Sistem kerja shift dan menumpuknya tugas kuliah menjadi cambuk tersendiri bagi dirinya.

Pada tahun 2008, saat teman-teman seangkatannya dari berbagai perusahaan petrokimia di Banten ikut melakukan test kerja ke Timur Tengah, dirinya juga mencoba peruntungan. Serangkaian tes kerja diikutinya, mulai tes kemampuan bahasa, tes teknik hingga cek kesehatan dilaluinya.

Bukan tanpa alasan, bekerja di Timur Tengah dengan posisi yang sama dengan tempat kerja saat itu memiliki perbedaan pendapatan sangat signifikan. Ali dengan malu-malu mengatakan bahwa gaji dengan posisi serupa di perusahaan Timur Tengah bisa lima hingga sepuluh kali lipat dari gaji yang diterimanya saat itu. Inilah magnet terbesar para pekerja terdidik dan terlatih dari Indonesia lebih memilih kerja ke luar negeri.

Setelah dirinya dinyatakan lulus, bagian tersulit saat akan berangkat adalah meyakinkan keluarga bahwa dirinya akan kerja di negeri seberang dan hanya pulang dalam jangka waktu sekian bulan.

Ada alasan tersendiri bagi Ali ketika ingin bekerja di Saudi. Saat itu keinginan dirinya kerja sekaligus ingin menunaikan rukun haji. Alhamdulillah, setahun di Saudi Kayan Petrochemical, dirinya bisa menunaikan ibadah haji bersama isteri tercinta.

Selama empat tahun lamanya, Ali mencoba keberuntungan di Arab Saudi. Namun tawaran berikutnya datang dari negara tetangga Uni Emirat Arab. Adnoc Petrochemical UAE membuka lowongan kerja untuk posisi DCS. Dengan beberapa kawan, ia mencoba peruntungan dan dinyatakan lulus berhasil masuk kerja di Adnoc.

Pada 2012, dirinya memutuskan meninggalkan Saudi menuju Ruwais, salah satu kota di Abu Dhabi. Dengan bekal pengalaman kerja dan pendidikan, Ali dapat penempatan di posisi DCS. Inilah salah satu posisi yang menjadi incaran para pekerja professional di bidang petrokimia.

DCS adalah jantungnya sebuah pabrik dalam beroperasi. Dalam sebuah ruangan khusus, semua aktivitas dan jalannya pabrik dimonitor dengan teknologi super canggih dan sentuhan layar komputer. Petugas dari control room akan berkordinasi dengan field operator di lapangan memantau jalannya operasi pabrik.

Tidak mengherankan, jenis pekerjaan di DCS merupakan salah satu pekerjaan yang paling diminati dan dicari. Selain alasan gaji yang lumayan, jenis pekerjaan ini relatif lebih nyaman karena hanya berada di dalam control room saja.

Ali adalah salah satu putera bangsa yang mencari kehidupan di negeri orang dan Ali telah membuktikan bahwa anak bangsa juga bisa berkarya bagi keluarga dan membawa nama baik untuk negaranya.

Saat ini ada ribuan pekerja profesioanl seperti Ali yang bekerja di berbagai perusahaan petrokimia asal Indonesia. Mereka memiliki sklill dan kemampuan yang tidak kalah dengan para pekerja asal negara lain. Para pekerja Indonesia ini telah membuktikan bahwa sebagai anak bangsa, mereka tidak ketinggalan dengan para pekerja dari negara lain yang lebih maju.

Ali bercerita, Adnoc tempatnya bekerja memberikan aneka fasilitas kerja yang memadai bagi para karyawannya. Mulai dari perumahan, sarana olah raga, pelayanan kesehatan hingga pendidikan jika keluarga pekerja mau diajak tinggal di negara tersbut bahkan jika anak-anak mereka mau kuliah, semua biaya akan ditanggung oleh perusahaan dan negara.


(***)

You might also like
Comments
Loading...