Kisah Misnah, Buruh Pemilah Ikan di Sumur (2)

Sumur – Geliat ekonomi di Sumur paska satu tahun tsunami perlahan bangkit meski terseok. Mulai dari nelayan yang kembali memperbaiki bagangnya, rumah makan yang juga membangun kembali bangunannya yang sempat rusak diterjang tsunami. Juga bagi Misnah (28), warga Kampung Ciparahu, Desa Sumberjaya, Kecamatan Sumur, Kabupaten Pandeglang.

Tsunami yang menerjang Sumur 2019 lalu sempat membuat Misnah putus asa, namun demikian Misnah tetap harus menjalani kehidupannya, membiayai kebutuhan keluarganya membantu suaminya yang hanya buruh tani. Sehari-hari Misnah memilah ikan hasil tangkapan Eri Bos ikan di Sumur yang juga menampung tangkapan para nelayan di Sumur. Jika cuaca bagus, hasil tangkapan ikan banyak, Misnah dan beberapa buruh wanita lainya bisa membawa pulang 50 ribu rupiah.

“Seharian milihin ikan, dari habis subuh sampai sebelum magrib yah dapat lah 50 ribu, itu kalau ikan banyak, paling enggak 25 ribu kalau ikan sedikit” jelas Misnah saat ditemui Satu Banten News ketika memilah ikan di lapak milik Edi.

Misnah dan beberapa buruh wanita pemilah ikan di Sumur sedang menjemur ikan asin. (Foto : Sbs04)

Misnah dan beberapa buruh wanita pemilah ikan merupakan potret masyarakat Sumur yang perlahan bertahan bangkit melanjutkan hidupnya walau tsunami pernah menerjang dan menghentikan usahanya. (sbs04)

You might also like
Comments
Loading...