Kisah Kelam Chernobyl, Pelajaran dari Kota Nuklir Sovyet

Pripyat, SatuBanten – Sekelompok kecil wartawan baru-baru ini diizinkan masuk ke dalam reruntuhan reaktor Chernobyl yang terkenal itu. Apa yang mereka temukan?

Selain mengambil foto, salah satu tren wisata terkini yang ditemukan adalah banyaknya wisatwan yang berkunjung ke Chernobyl dan Kota Pripyat, lokasi kebocoran reaktor nuklir pada 1986 di Ukraina. Tren ini muncul karena serial film yang mengangkat kisah nyata Chernobyl di saluran TV berbayar, HBO.

Konsep wisata ini kerap disebut sebagai dark tourism. Sampai sekarang dark tourism sebenarnya mengalami pro dan kontra. Terlebih di zaman media sosial, banyak wisatawan yang tampak bangga berfoto dengan latar lokasi bekas bencana.

Kilas balik, pada tanggal 26 April 1986, musibah kecelakaan yang menimpa reaktor nuklir nomor 4 di Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Chernobyl di Ukraina utara tidak hanya mengakibatkan kematian nyawa manusia, tetapi juga mengurangi harapan hidup ribuan orang lagi ketika meninggalkan negara itu, seluruh area menjadi tidak layak huni.

Peristiwa Chernobyl adalah bencana terburuk dalam sejarah yang disebabkan oleh ulah manusia. Sudah 30 tahun lebih. Mengingatkan kembali kengerian dari Perang Dingin dan energi nuklir.

Dikutip dari beberapa sumber terpercaya, berikut ini ada sekumpulan daftar kebenaran Chernobyl yang mungkin belum terungkapkan. Agar kita bisa memutuskan sendiri apa yang sebenarnya terjadi pada Uni Soviet di tahun 1986.

1. Terjadi karena kesalahan manusia
11 Fakta yang Tak Pernah Diungkapkan dari Tragedi Chernobyllivescience.com
Dilansir dari Al Jazeera, pada tanggal 26 April 1986, pekerja di pabrik nuklir sedang menguji reaktor nomor 4 karena sistem pendingin bekerja di bawah daya yang terbatas. Tapi mereka mematikan sistem pengaturan daya dan mematikan sistem secara otomatis, sehingga semua tanda peringatan keselamatan dan gangguan anti-ledakan lainnya tidak terdeteksi ketika sistemnya mati.

Selama pemeriksaan, terjadilah kesalahan seperti adanya lonjakan listrik yang menyebabkan pelet bahan bakar di dalam reaktor meledak, yang akhirnya menyebabkan ledakan yang cukup besar hingga meledakkan atap dari reaktor.

Saat udara bercampur dengan gas karbon monoksida di dalam reaktor, sistem mengalami kebakaran selama sembilan hari. Yang juga mengakibatkan bahan radioaktif keluar dari reaktor dan memasuki atmosfer. Akibat peristiwa itu, banyak pekerja yang meninggal.

2. Dampak bagi lingkungan dan hewan sekitar
Kita mungkin bertanya-tanya mengenai alam dan perairan di sekitar Chernobyl yang terdampak radiasi nuklir. Memang, secara resmi wilayah itu disebut sebagai “the exclusion zone”. National Geographic mengatakan ada beberapa kekhawatiran kalau paparan radiasi nuklir bisa menyebabkan makhluk hidup atau hewan mengalami mutasi yang bisa diturunkan dari generasi ke generasi, jenis mutasi yang terlihat pada hewan yang tinggal di dekat Chernobyl bukan kaliber yang sama seperti yang digambarkan dalam fiksi seperti ikan bermata tiga atau serigala yang memancarkan laser dari matanya.

Hewan yang “bermutasi” mungkin memiliki kelainan perkembangan, tetapi setiap mutasi besar tidak akan diturunkan ke generasi berikutnya karena hewan yang bermutasi parah biasanya tidak bertahan hidup lama untuk bereproduksi. Jadi hal-hal yang tidak masuk akal di film-film itu hanyalah fiksi semata.

3. Hewan yang terdampak radiasi
Menurut New York Times, beberapa burung yang hidup di sana mengalami cacat fisik seperti memiliki paruh yang tidak normal dan otak yang jauh lebih kecil. Di sisi lain, banyak dari mereka yang memiliki produksi antioksidan, yang membantu mencegah kerusakan genetik.

Pohon-pohon di zona eksklusi tumbuh lebih lambat dan hanya sedikit serangga seperti populasi kupu-kupu, lebah, dan belalang yang semakin berkurang. Begitu juga populasi laba-laba. Hewan seperti babi hutan ditemukan dengan jumlah radiasi yang berbahaya dalam tubuh mereka.

4. Sebagian besar orang yang terpapar radiasi tidak memiliki efek kesehatan jangka panjang 
Kecelakaan di Chernobyl mengakibatkan seratus tiga puluh empat orang mengalami radiasi yang berbahaya dan menderita sindrom radiasi akut, 28 atau 29 dari mereka meninggal dalam beberapa bulan pertama, dan 19 lainnya meninggal ketika bertahun-tahun kemudian, walaupun beberapa dari kematian itu tidak ada hubungannya dengan paparan radiasi. Dikutip dari Slate, para ahli pada tahun 1986 memperkirakan hingga 40.000 kematian terjadi akibat kanker.

Ada peningkatan dramatis pada kanker tiroid di antara orang-orang yang terpapar radiasi ketika masih anak-anak, dan terjadinya peningkatan leukemia serta katarak pada para pekerja Chernobyl. Tapi selain itu, Komite Ilmiah PBB tentang Efek Radiasi Atom mengatakan tidak ada peningkatan pada kanker di antara orang-orang yang terpapar radiasi Chernobyl.

5. Chernobyl adalah satu dari dua bencana nuklir INES 7
Tingkat keparahan kecelakaan nuklir diukur berdasarkan International Nuclear Event Scale atau INES. Three Mile Island adalah INES 5 (kecelakaan dengan konsekuensi yang lebih luas.) Pada tahun 1979, sebagian reaktor No. 2 di pabrik meleleh, dan sekitar 2 juta orang didiagnosa terkena radiasi.

Namun hanya Chernobyl dan Fukishima yang masuk ke peringkat 7 (peringkat INES tertinggi untuk kecelakaan nuklir.) Peringkat 7 adalah logaritmik, yang berarti bahwa angka 7 kira-kira 100 kali lebih buruk daripada peringkat 5. Chernobyl melepaskan 100 kali lebih banyak radiasi daripada bom atom yang dijatuhkan di Nagasaki dan Hiroshima.

6. Beberapa orang tidak mau pergi dari Chernobyl
Sebagian orang yang berada di zona berbahaya Chernobyl menolak untuk dievakuasi. Menurut PRI, sekitar 1.000 orang yang sebagian besar wanita tua, pindah kembali ke zona eksklusi tak lama setelah mereka dievakuasi, dan sekitar 100 dari mereka masih ada di sana, 30 tahun setelah bencana.

Awalnya, para pengungsi dipindahkan ke kota-kota di Ukrania, tetapi mereka tetap saja mencoba untuk kembali sampai akhirnya pemerintah membiarkan mereka.

7. Soviet memaksa wanita hamil untuk menggugurkan kandungan
Kebanyakan orang takut akan efek terburuk dari radiasi. Di satu titik, banyak wanita hamil menggugurkan kandungan mereka karena takut jika bayi mereka akan terlahir dengan adanya mutasi. Menurut Dampak Sosial Bencana Chernobyl, bahkan ada wanita yang hidup dengan nyaman di luar zona eksklusi, memilih untuk mengakhiri kehamilannya daripada harus menerima risiko jika memiliki bayi yang tidak normal.

Dilansir dari Women’s E News, untuk mengurangi dampak bencana di mata dunia, Soviet memaksa beberapa wanita hamil untuk melakukan aborsi. Seorang wanita yang bekerja menjadi staf kebersihan di Chernobyl mengatakan kepada media bahwa dia melihat “tong besar” berisi janin yang diaborsi saat bekerja di Pripyat, kota terdekat dengan lokasi bencana. Dia yakin pemerintah Soviet memaksa ribuan pengungsi yang hamil untuk mengugurkan kandungan mereka.

8. Dibangunnya Sarkofagus
Seperti yang dilansir dari Voa News, ada 200 ton uranium di dalam reaktor No. 4. Tak lama setelah bencana nuklir terjadi, Soviet membangun “sarkofagus” di sekitar reaktor dalam upaya menahan radiasi, namun itu bukanlah solusi permanen.

Sarkofagus dibangun dari 14 juta kaki kubik beton dan membutuhkan 206 hari untuk menyelesaikannya, sanking besarnya diperlukan 18 kapal dan 2.500 truk hanya untuk mengangkut bahannya dari Italia ke Chernobyl. Struktur baru ini diperkirakan akan bertahan selama 100 tahun.

9. Pripyat membutuhkan waktu ribuan tahun untuk bisa dihuni kembali
Berapa banyak ya generasi yang akan terganti sebelum orang bisa dengan aman kembali ke Pripyat? Nah, menurut Christian Science Monitor, sekitar 3.000 tahun sebelum Pripyat bisa layak huni. Skala waktu itu kira-kira setara dengan waktu antara saat ini dengan padi pertama kali yang dibudidayakan di Jepang kuno.

Ihor Gramotkin, direktur pembangkit listrik Chernobyl mengatakan akan memakan waktu setidaknya 20.000 tahun, yang jauh dari perkiraan 3.000 tahun. Yang berarti, dibutuhkan 733 generasi atau lebih seperti waktu antara saat ini dengan Homo sapiens pertama kali bermigrasi ke Amerika.

10. Ada kaki gajah di ruang bawah tanah
Pada tahun 1986, para pekerja menemukan “lava hitam” di dalam koridor uap di bawah reaktor No. 4. Mereka menyebutnya sebagai kaki gajah. Namun lava hitam atau kaki gajah ini mengandung dosis radiasi yang bisa terpapar manusia hanya dalam waktu lima menit. Menurut Nautilus, satu jam terpapar kaki gajah setara dengan 4,5 juta sinar-X dada.

Sepuluh tahun setelah kecelakaan itu, kaki gajah agak jinak. Namun memang masih radioaktif, tetapi hanya sekitar 1/10. Dan lava hitam itu juga masih meleleh menuju kesekitarnya.

11. Pabrik masih beroperasi, 14 tahun setelah kecelakaan
Chernobyl memiliki empat reaktor yang masih berfungsi. Sebelum kecelakaan itu, Soviet sedang membangun unit reaktor kelima dan keenam. Namun setelah terjadinya ledakan nuklir, pembangunan reaktor itu dihentikan. Dikutip dari Business Insider, perubahan rencana itu tidak termasuk untuk mematikan tiga reaktor lainnya.

Pada tahun 1991, kebakaran merusak reaktor nomor 2 dan terpaksa harus ditutup. Pada tahun 1996, setelah banyak berita akan adanya peningkatan kanker tiroid di seluruh dunia, para pejabat akhirnya menyerah karena adanya tekanan dari luar, yang pada akhirnya mematikan reaktor No. 1. Tetapi Ukraina masih keras kepala untuk terus mengoperasikan reaktor yang tersisa sampai tahun 2000, saat adanya negosiasi internasional yang membuatnya terpaksa harus ditutup.

Ketika itu, Uni Soviet tertinggal jauh dalam hal infrastruktur dari pada negara-negara maju yang lain. Dan akhirnya memaksa mereka untuk menjalankan unit-unit itu demi memenuhi tuntutan bangsa mereka. Dan hari ini pabrik ditutup tetapi tidak sepenuhnya dinonaktifkan.
(Berbagai Sumber/MAK)

You might also like
Comments
Loading...