Kisah Budi: Pengrajin Bonsai Kelapa asal Sawarna

Sawarna, satubanten.com – Bonsai Kelapa ternyata mulai banyak dilirik penggemar tanaman hias di Banten dan sekitarnya. Begini tips merawatnya dari seorang pecinta dan pembuat bonsai kelapa asal Sawarna, Bayah.

Memiliki kemampuan dalam hal kerajinan tangan untuk mengolah bahan baku yang sering ditemukan di lingkungan menjadi benda-benda yang tidak hanya bernilai pakai, tetapi juga bernilai estetis, merupakan hal yang tidak semua orang miliki.

Adalah Budi (36), pria asal Desa Sawarna Kecamatan Bayah, Lebak Banten. Berawal dari hobi, bonsai kelapa ternyata dapat menghasilkan uang. Dirinya mengaku menekuni kegiatan ini sejak pandemi melanda.

“Kreatifitas ini saya lakukan untuk mengisi waktu, saat ini sedang lockdown jadi saya tetap beraktifitas di rumah,” ujar Budi kepada SatuBanten, Sabtu, (21/11/2020).

Diakuinya, dari hasil karyanya yang ia geluti selama beberapa bulan ini, ia promosikan melalui teman dan tetangga saja.

“Lumayan juga yang beli, banyak juga yang datang ke rumah untuk melihat dan membelinya,” terang pria yang berprofesi sebagai guru honor.

Tak mahal untuk sebuah hasil karya, ia mematok harga yang sangat terjangkau. Bahkan, terkadang ia berikan gratis untuk relasi-relasinya.

“Untuk bonsai kelapa ukuran kecil dan sedang dipatok mulai Rp. 100.000 – Rp. 200.000, sedangkan untuk yang agak besar sekitar Rp. 250.000-300.000,” ungkapnya.

Tujuan saya, lanjut dia, selain untuk mencari tambahan sehari hari, Saya juga berharap agar banyak masyarakat yang terketuk untuk bisa melakukan hal ini. Agar bisa membangun perekonomian keluarga. Untuk bahannya sendiri juga mudah didapat di lingkungan sekitar.

Lokasi perkebunan tempat mencari bibit kelapa. (foto:Ahmad/SBS)

“Saya cari bahan bibitnya di kebun kelapa sekitar pantai Sawarna,” tuturnya.

Budi berharap dimasa pandemi covid-19 ini, masyarakat bisa mengerjakan sesuatu yang bermanfaat terutama untuk pemulihan ekonomi keluarga.

“Banyak yang bisa kita lakukan untuk mengisi luang tapi menghasilkan uang,” pungkasnya. (SBS)

You might also like
Comments
Loading...