Ketua PA 212 Jadi Tersangka, Habib Novel : Kriminalisasi Ulama itu Nyata

Surakarta (12/2/2019) Satubanten.com – Ketua umum persaudaraan Alumni (PA) 212, Slamet Maarif ditetapkan menjadi tersangka dugaaan pelanggaran kampanye oleh Polres Surakarta. Selanjutnya akan menjalani pemeriksaan perdananya sebagai tersangka pada Rabu (13/2) lusa di posko Gakkumdu Polres Surakarta.

Slamet Maarif dilaporkan oleh Ketua Tim Kampanye Daerah Jokowi-Maruf Surakarta, Her Suprabu ke Bawaslu. Kasus ini kemudian dibawa Bawaslu ke Polres Surakarta.

Polisi menjerat Slamet Maarif dengan pelanggaran Pasal 280 ayat (1) huruf a, b, c, d, e, f, g, h, i, j tentang kampanye di luar jadwal yang telah ditetapkan oleh KPU, KPU Provinsi, dan KPU Kabupaten/Kota sebagaimana diatur UU 7/2017 tentang Pemilihan Umum

Keputusan ini membuat juru biacara PA 212, Habib Novel Bamukmin berang, ia mengatakan bahwa status tersangka Slamet Maarif semakin membuktikan dugaan bahwa kriminalisasi ulama oleh penguasa memang nyata.

Demikian disampaikan Jurubicara PA 212, Habib Novel Bamukmin saat dihubungi, Senin (11/2).

“Bawaslu dan polisi sudah jadi alat penguasa,” kecam Novel seperti dilansir dari RMOL Jakarta.

Novel bependapat Slamet Maarif tak bisa dijadikan tersangka karena ceramahnya di Solo pada 13 Januari lalu, sama sama tidak menyinggung Pemilu 2019.

“Beliau tidak berkampanye. Beliau juga datang sebatas undangan untuk memberikan tausiyah,” kata Novel.

Sementara Fadli Zon dari Dewan Pengarah Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi menilai ada upaya menghambat kerja pemenangan Prabowo-Sandiaga.

“Ini polanya makin hari mendekati pemilu makin banyak tokoh-tokoh yang merupakan bagian dari BPN seperti ditarget,” ujar Fadli. (SBS/02)

You might also like
Comments
Loading...