Kepala DPK Kota Serang: Fasilitas Perpustakaan Umum Daerah Akan Dilakukan Secepatnya

Jakarta (01/07/2020) SatuBanten.com – Kunjungan Kerja Wakil Walikota Serang H. Subadri Ushuludin bersama Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Kota Serang dalam rangka sinkronisasi kebijakan daerah dalam pembinaan dan pengembangan perpustakaan umum pada Kota Serang dengan Perpustakaan Nasional RI.

Dari beberapa dekade kebelakang, keberadaan perpustakaan kota/kabupaten masih kurang diperhatikan, bahkan ada banyak kota tidak mempunyai perpustakaan besar termasuk kota Serang. Karena perpustakaan kota kekurangan sarana, fasilitas, dan dana serta tenaga pengelolanya.

Begitupun Perpustakaan Nasional RI, sebagai lembaga non kementerian yang bergerak di bidang perpustakaan dan jasa informasi, ikut terlibat membantu membina dan mengembangkan perpustakaan di wilayah kota/kab. Begitu juga perpustakaan daerah ikut terlibat didalamnya membantu mengembangankan potensi masyarakat dengan layanan perpustakaan umum daerah.

Kepala DPK Kota Serang Wahyu Nurjamil mengatakan, fasilitas Perpustakaan umum daerah Kota Serang akan dilakukan secepat mungkin, dengan pembangunan luas tanah mencapai 7.000 meter. Termasuk Perpustakaan Keliling yang ada saat ini.

Untuk jumlah koleksi yang disediakan diperkirakan koleksinya masih sangat kurang dan pengelola perpustakaan juga, kualitas maupun kuantitasnya pustakawan/kepustakawanannya yang ada masih sangat kurang, sehingga belum maksimal menjalankan tugas dan fungsi sebagai pengembang minat baca dan budaya baca masyarakat.

“Kami berharap akan melakukan penambahn anggota pustakawan dan sudah di siapkan juga dana untuk insetif bulanan, paling maksimal 9 anggota karena anggaran sudah disiapkan di perubahan tahun 2021,” ucapnya.

Mengingat pentingnya hakikat dan esensi perpustakaan untuk mencerdaskan dan memberdayakan masyarakat lewat infomasi yang disediakan, Wakil Walikota Serang H. Subadri Ushuludin menyampaikan dengan kehadiran perpustakaan umum daerah beserta perpustakaan keliling (menggunakan mobil/sepeda motor) ditengah kehidupan masyarakat perlu dibina dan dikembangkan sebagai sarana pendidikan formal dan lembaga pendidikan non formal.

Dalam sistem pendidikan nasional yang berkesinambungan seumur hidup untuk menciptakan masyarakat dan bangsa yang gemar membaca, gemar belajar, bersikap ilmiah, kreatif dan inovatif, sehingga mereka (warga) dapat berperan serta secara aktif dalam melaksanakan pembangunan. (RR/SBS31)

You might also like
Comments
Loading...