Kemenpar Kemas 18 Calender Of Event Untuk Penuhi Target 20 Juta Wisman Tahun 2019

Jakarta (10/1/2019) Satubanten.com – Kementerian Pariwisata mempunyai target tinggi tahun 2019 ini. Yakni merealisasi 20 juta kunjungan wisatawan mancanegara  Atau, naik 3 juta dari tahun 2018.

Menteri Pariwisata Arief Yahya merasa yakin dapat mencapai tersebut, salah satunya dengan strategi pamungkas disiapkan.

Strategi itu adalah mengelompokkan destinasi wisata unggulan Tanah Air dalam tiga kategori. Yaitu Ordinary, Extra Ordinary dan Super Extra Ordinary.

“Kita punya banyak destinasi unggulan yang menjadi ‘peluru’ untuk membidik wisman agar datang ke Indonesia. Salah satunya Danau Toba yang masuk Super Extra Ordinary. Yang pasti, semua potensi wisata kita maksimalkan dengan tetap mengacu pada A3. Atraksi, amenitas, dan aksesibilitas,” tulis Menpar dikutip dari Laman resmi Kemenpar, Selasa (9/1).

Untuk atraksi, Menpar Arief mengaku telah mengemas 18 kegiataan dalam Calender of Event (CoE) sepanjang 2019. Jenisnya pun beragam. Ada sport tourism, wisata religi, kuliner, seni budaya, hingga jelajah alam.

Terkait amenitas, Kemenpar sudah sering menggelar kegiatan dan terus berkoordinasi dengan Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI). Sebagai tuan rumah, Indonesia wajib memperlakukan tamunya dengan baik, dalam hal ini terhadap wisatawan mancanegara.

“Mengenai aksesibilitas, semua jalur kita upayakan terpenuhi. Baik darat, air, maupun udara. Pada jalur darat, pemerintah Indonesia sudah membangun sejumlah jalan tol yang mempermudah para pelancong menjangkau destinasi wisata,” tuturnya.

Namun demikian, Menpar Arief mengakui bahwa tak ada perjuangan yang tanpa tantangan. Tantangan yang paling membuat “keder” adalah alam. Munculnya bencana yang tidak bisa diprediksi dalam setahun terakhir, membuat industri pariwisata sedikit goyah.

“Kita tidak tahu, kapan bencana itu hadir. Kita tidak pernah meminta ada bencana macam-macam, entah alam, sosial (politik), atau teknologi (human eror). Yang bisa kita lakukan adalah antisipasi. Kesiapsiagaan. Ketika bencana terjadi, kita harus bisa bangkit kembali,” pungkasnya. (SBS/02)

You might also like
Comments
Loading...