Kemenhub Himbau Pemudik Telah Miliki Tiket Sebelum ke Pelabuhan Bakauheni Merak

170

Jakarta, SatuBanten – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mengatakan kepadatan di sektor penyeberangan Bakauheni-Merak perlu diantisipasi pada arus balik Lebaran Idul Fitri 2022. Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengimbau masyarakat memperhatikan dalam peroses pembelian tiket.

“Masyarakat diimbau telah membeli tiket secara daring sebelum keberangkatan di Pelabuhan sehingga tiak terjadi penumpukan di area pelabuhan seperti yang terjadi pada arus mudik,” kata Budi dalam pernyataan tertulisnya, Selasa (3/4/2022).

Selain itu, Budi memastikan sejumlah dermaga tambahan masih terus dioperasikan seperti yang dilakukan pada arus mudik. Dari arah Sumatra, kata Budi, Pelabuhan Panjang di Lampung akan dimaanfaatkan untuk kendaraan besar seperti truk pengangkut barang sehingga di Pelabuhan Bakauheni bisa memuat lebih banyak kendaraan lainnya seperti mobil, bus, dan sepeda motor.

Begitupun di Merak, Budi mengatakan Pelabuhan Ciwandaran dan Indah Kiat akan terus dioperasikan. Hal tersebut dilakukan untuk memecah kepadatan arus balik menuju Pelabuhan Penyeberangan Merak.

“Mohon kepada masyarakat untuk mengikuti imbauan-imbauan yang sudah disampaikan, agar perjalanan balik lebih nyaman,” tutur Budi.

Juru Bicara Kemenhub Adita Irawati mengatakan realisasi jumlah penumpang penyeberangan pada hari Lebaran pertama adalah 162.014 penumpang. Angka tersebut meningkat sebesar 191,8 persen jika dibandingkan dengan hari biasa pada 16 April 2022 sebesar 55.525 penumpang.

“Terlihat, pergerakan penumpang angkutan penyeberangan masih yang tertinggi pada hari pertama Lebaran kemarin,” tutur Adita.

Adita menambahkan, secara kumulatif pergerakan penumpang penyeberangan masih paling tertinggi dibandingkan modal lainnya yang dipantau selama delapan hari sejak 25 April hingga 2 Mei 2022. Adita menyebut penumpang angkutan penyeberangan mencapai sekitar 1,76 juta penumpang.

“Pergerakan penumpang keberangkatan penyeberangan terpadat di lima pelabuhan yakni Merak, Gilimanuk, Bakauheni, Ketapang, dan Kayangan Lombok Timur,” jelas Adita. (***)

Comments are closed.