Keluar Dari Zona Tak Nyaman, Kunci Sukses Ala Lian Firman

Cilegon (13/10/2019), Satubanten.com – Di balik kesuksesan Artis Sinetron Lian Firman ternyata, ada cerita yang menarik. Sebagai anak dari 7 bersaudara, Lian Firman tahu persis bagaimana rasanya harus berbagi dengan saudara-saudaranya. Bahkan kala itu, tak jarang ia harus memutar otak sekedar untuk bisa makan 3 kali sehari.

“Saya ada 7 bersaudara, jadi waktu itu kerasa banget. Namanya 7 bersaudara tahulah, kadang dapetnya cuma sisa-sisa. Bahkan dulu waktu sekolah sering saya harus putar otak buat bisa makan, apalagi buat fotocopy sama jajan nggak ada. Jadi 10 ribu itu kadang mikir bagaimana caranya supaya bisa buat makan 3 kali dalam sehari itu. Nggak ada yang tahu pasti kan tentang itu?” tuturnya.

Pria yang namanya melambung melalui film dan beberapa sinetron Indonesia tersebut memang sempat berkualiah di Kampus STIE Al Khairiyah Kota Cilegon. Tak heran jika dirinya tidak segan membagiakan cerita perjuangannya di acara Dies Natalis Ke – 18 STIE Al Khairiyah, awal Oktober lalu.

“Dari situ gue mulai mikir, ini gimana caranya gue keluar dari zona tidak nyaman gue. Jadi dari kondisi itulah gue harus keluar. Gimana caranya? Ya gue akhirnya main sama siapa aja, mau dia orang hebat, orang biasa atau siapapun. Gue main sama orang-orang di sekitar gue,” imbuhnya.

BACA JUGA : Rayakan Dies Natalis Ke-18, STIE Al Khairiyah Berharap Segera Jadi Universitas

Semasa kuliah tersebut, Lian bahkan harus mencari pekerjaan sampingan untuk memenuhi biaya kuliahnya. Ia saat itu merasa malu jika harus meminta uang untuk biaya pulang pergi untuk kuliahnya.

“Jadi gue dulu kan punya temen. Nah itu sama temen gue dulu kalau malam nongkrong, akhirnya gue bilang sama dia, cari tahu bisa nggak kalau malam kerja di tempat nongkrong itu. Dan akhirnya yaudah gue tiap malem kerja, jadi pelayan disitu. Dulu masih umur 19 tahun kan lagi gede-gedenya ego, gue harus tekan demi dapet uang buat kuliah gue. Bayangin aja kalau tiba-tiba ada cewek yang kita suka, liat kita jadi pelayan kan gimana, tapi yaudah gue jalan aja,” kata Lian.

Pria yang beberapa waktu lalu mantap maju mencalonkan diri sebagai Bakal Calon Walikota dan Wakil Walikota Cilegon dari Partai Nasdem tersebut mengatakan bahwa mental juara dalam diri juga harus terus diasah untuk meraih impian. Selain itu, rasa tidak puas juga harus tetap dipelihara dalam diri untuk terus mencapai tujuan yang lebih besar.

“Kita mungkin tahu orang-orang yang sudah lebih dulu sukses menjadi pemimpin, tapi kita tidak boleh minder. Rasa malu dalam diri kita harus kita buang. Orang nanti juga nggak akan melihat kita saat berjuang, tapi saat kita sukses orang pasti akan melihat kita. Yang harus kita resapi adalah prosesnya, bagaimana kita keluar dari zona tidak nyaman dan terus berjuang meraih kesuksesan,” pungkasnya. (IBC/SBS032)

You might also like
Comments
Loading...