Kekerasan Terhadap Anak di Banten Masih Tinggi

Serang, SatuBanten- Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Banten mencatat kasus kekerasaan pada anak yang terjadi di Banten  masih tinggi. Pasalnya pada periode 2013-2014 LPA Banten telah menerima laporan sebanyak 92 kasus kekerasan terhadap anak. Meski demikian, yang tidak dilaporkan diperkirakan jumlahnya lebih banyak.

Ketua Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Provinsi Banten Iip Syafruddin, mengatakan, dari 92 kasus kekerasan terhadap anak tersebut, 40% diantaranya adalah anak korban kekerasan seksual. 30% adalah anak korban kekerasan fisik/psikis, 10% anak korban ekspolitasi ekonomi, 10% anak korban eksploitasi seksual, 10% anak korban kekerasan lainnya, dan sekaligus anak sebagai pelaku.

“Kalau melihat data kami, Kasus kekerasaan pada anak yang terjadi di Banten terbilang masih tinggi,”  ungkap Iip kepada wartawan, Kamis (20/11/14).

Dikatakan Iip, jumlah tersebut bagaikan fenomena gunung es, dimana yang muncul dipermukaannya hanyalah yang sedikit saja. Sedangkan angka kasus sebenarnya tidak terekspose dan mencuat.

“Data yang ada hanya yang melapor atau yang kami ketahui dan kami advokasi saja kasusnya. Sedangkan yang tidak dilaporkan, saya yakin jauh lebih banyak jumlahnya” ujarnya.

LPA Banten mengimbau kepada orang dewasa yang mengetahui kasus-kasus kekerasan terhadap anak, agar bisa melaporkan hal tersebut kepada aparat hukum. Jika tidak kuasa untuk melaporkannya sendiri,  LPA Banten siap memfasilitasi untuk sama-sama berjuang, agar kasus kekerasan terhadap anak bisa diminimalisasi. “Kami minta jangan ada rasa takut untuk melaporkan jika melihat terjadi kekerasan pada siapapun,” jelasnya. (005)

You might also like
Comments
Loading...