KBS Tunda IPO, Pelindo II Akuisisi 49% Saham

Cilegon, (07/06/2018) satubanten.com- PT. Krakatau Bandar Samudra (KBS) yang semula dijadwalkan akan melanatai di pasar modal melalui Penawaran Saham Perdana atau Initial Public Offering (IPO), ditunda hingga tahun depan. Kementrian BUMN akan mengevaluasi terlebih dahulu sebelum sahamnya dilepas ke publik.

Rencana awalnya KBS akan melepas 20% dalam IPO, dana yang didapat akan digunakan untuk mengembangkan usaha. Salah satunya yaitu untuk pembangunan dermaga baru untuk menambah volume bongkar muat di KBS. Namun rencana ini urung, karena Deputi Bidang Usaha Konstruksi dan Sarana dan Prasarana Perhubungan Kementrian BUMN menhendaki strategi lain.

Deputi Usaha Konstruksi dan Sarana & Prasarana Perhubungan Kementrian BUMN, Ahmad Bambang dalam paparan kinerja BUMN Karya di Jakarta pada Rabu (6/6) mengungkapkan bahwa pihaknya akan menfokuskan peningkatan usaha bisnis KBS terlebih dahulu. Caranya yakni dengan memasukkan PT. Pelabuhan Indonesia II (Pelindo II) untuk mengakuisisi KBS. Nantinya Pelindo II akan memegang saham sebesar 49% saham KBS.

Dengan masuknya Pelindo II ke jajaran KBS, diharapkan jaringan KBS akan semakin luas sehingga meningkatkan keuntungan KBs. Selain itu dengan masuknya Pelindo II diharapkan nantinya Pelindo II akan ikut meningkatkan perbaikan di KBS sehingga meningkatnkan kualitas KBS. Dengn demikian tujuan awal pengembangan bisnis dan perbaikan KSB yang sedianya akan dilakukan setelah dana dari IPO didadapat, kini dapat terealisasi meski tanpa dana dari IPO.

“Kalau sudah makin bagus, jadi valuasi masih tinggi karena bisnis plan makin kuat baru IPO. Tahun ini tidak jadi IPO. karena yang penting bagi Krakatau Steel dapat uang. Bagi kami pengembangan usaha.” kata Bambang.

Namun demikian proses persiapan pemberkasan IPO masih terus berlanjut dibarengi dengan peningkatan kinerja. Menurut Direktur Utama Krakatau Steel Mas Wigrantoro Roes Setiyadi, anak perusahannya yang siap untuk IPO sebetulnya ada 3, namun yang waktunya tepat baru KBS. Dan itupun akhirnya harus ditunda karena ada strategi lain yang bisa ditempuh.

Tonno Sapoetro, Presiden Direktur Krakatau Bandar Samudera mengklaim pada tahun 2017 lalu KBS mampu mebukukan pendapatan sebesar Rp. 919,15 miliar dengan laba sekitar Rp191,06 miliar. Sedangkan saat kapasitas dermaga KBS mencapai 17,66 juta ton pada 2017 dan diharapkan akan naik menjadi 40 juta ton pada 2020. Dengan demikian, pendapatan ditargetkan akan meningkan hingga 1,2 triliun.

“Harapannya usai IPO, di tahun 2020 nanti pendapatan minimal mencapai Rp. 1,2 triliun dan net profit mencapai Rp. 200 miliar,” jelas Tono.

Dengan strategi ini, Emiten berkode saham KRAS ini menargetkan, selain KBS nantinya akan ada satu hingga dua anak perusahaan yang siap IPO lagi. Dengan demikian keuntungan dan pengadaan dana untuk pengembangan usaha anak perusahaan Krakatau Steel menjadi lebih variatif dan opsionalnya semakin banyak dan tentu saja diharapkan memberikan keuntungan lebih besar. (SBS/IBC)

You might also like
Comments
Loading...