Kaum Ibu Cisauk Demo Kelangkaan Gas 3Kg

Tangerang (14/1/2014), SatuBanten – Pemerintah dan Hiswana Migas boleh berkoar jika pasokan gas bersubsidi 3 Kg berlimpah dan cukup memenuhi kebutuhan masyarakat. Namun fakta dilapangan, masyarakat kecil yang tergantung pada gas berbentuk melon ini masih saja sulit mendapatkannya. Bahkan, harga jual gas di pengecer melambung tinggi diatas Harga Eceran Tertinggi (HET).

Hasilnya, puluhan kaum ibu di Kecamatan Cisauk, Kabupaten Tangerang, melampiaskan amarahnya dengan membuang atau melempar tabung gas elpiji ukuran 3 kg ke tanah lapang.

Melejitnya harga tabung gas elpiji 12 kg, membuat masyarakat beralih memilih menggunakan tabung gas ukuran 3 kg. Alhasil, gas elpiji ukuran 3 kg menjadi barang langka di pasaran, Rabu (14/1/2015).

Sutinah (31), salah seorang warga sekitar mengatakan, akibat kenaikan tabung gas 12 kg yang ditetapkan pemerintah, tabung gas elpiji 3 kg menjadi langka dan membuat mereka mau tidak mau harus memasak menggunakan kayu bakar.

“Katanya pemerintah akan membuat rakyatnya sejahtera. Tapi, hobinya menaikkan harga dan sekarang timbul kelangkaan gas, yang membuat kami harus menggunakan kayu bakar untuk memasak,” ungkapnya kesal. Rabu (14/1/2015)

Pantauan SatuBanten di lapangan, sampai saat ini pihak Pertamina belum terlihat mengatasi solusi kekurangan pasokan tabung gas 3 kg di wilayah Kabupaten Tangerang. (Romi/B03)

You might also like
Comments
Loading...