Kampus Merdeka Teknik Sipil UNTIRTA Salurkan Bantuan untuk Penyintas di Huntara Cigobang

Oleh : Ahmad Rizal

Mahasiswa Teknik Sipil Unversitas Sultan Ageng Tirtayasa

Satubanten.com- Hampir Sebagian besar bangunan dan kendaraan milik warga rusak tertimbun longsor di Kampung Cigobang, Desa Banjarsari, Kecamatan Lebakgedong, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten pada Januari 2020 lalu. Kampung Cigobang merupakan lokasi yang tergolong paling parah dilanda longsor, karena menurut data BPBD setempat sebanyak 650 orang warganya yang selamat mengungsi ke berbagai tempat, sedang 94 orang meninggal dan 220 rumah rata dengan tanah dan warga yang selamat meminta segera direlokasi ke tempat lebih aman dan tidak ingin kembali ke Cigobang.

Akibat banjir bandang dan tanah longsor, enam kecamatan di Kabupaten Lebak mengalami dampak yang cukup parah, tenggelamnya ribuan rumah di bantaran sungai Ciberang. Saat ini, akibat bencana banjir dan longsor tersebut, akses jalan ke daerah terdampak masih sulit dilewati walapun tidak sesulit ketika penyaluran bantuan untuk para penyintas saat bencana masih terjadi.

Hingga kini sudah satu tahun lebih para penyintas banjir dan tanah lonsor di kampung Cigobang, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten masih bertahan di hunian sementara (huntara).

Berkolaborasi dengan Relawan Kampung Indonesia (RKI), Program Kampus Merdeka Mahasiswa Teknik Sipil Universitas Sultan Ageng Tirtayasa melakukan kunjungan dengan membawa bantuan berupa beras dan terpal untuk mengganti terpal huntara yang sudah rusak selama satu tahun digunakan.

“Dulu ketika pertama kali kita mengevakuasi warga dan mengirim bantuan kesini, akses jalan untuk kendaraan roda dua maupun empat tidak bisa sama sekali karena tertutup lumpur yang kira-kira tingginya sampe seleher, sepinggang, dan kita harus mencari jalan menuruni bukit agar bisa sampai ke Cigobang” Jelas Arif, Ketua Relawan Kampung Indonesia.

Setelah sampai di Cinyiru satu kampung sebelum Cigobang, warga menjemput kami karena kendaraan yang tidak memungkinkan, cuaca hujan, serta kontur jalan yang curam naik sampai ke tempat huntara Cigobang.

Huntara ini dihuni oleh para penyintas bencana tanah longsor yang kehilanagan tanah beserta rumah seisinya yang tenggelam tertimbun oleh tanah. Rumah – rumah ditempat pengungsian sementara ini hanya terbuat dari kayu sebagai kolom, balok, dan kuda-kuda serta terpal sebagai atapnya yang serba salah, karena ketika hujan kedinginan, panas kepenasan, dan ketika angin kencang banyak terpal yang terbang maupun robek.

Dengan membawa bantuan terpal, mahasiswa Teknik Sipil Untirta turut mengganti terpal salah satu huntara milik seorang nenek yang tinggal sendiri. Serta bersama Relawan Kampung menyalurkan bantuan beras. (sbs05)

You might also like
Comments
Loading...