KAMMI Cilegon Gelar Aksi Duka Cita Demokrasi 2019

Cilegon (21/05/2019), Satubanten.com – Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Cilegon menggelar aksi bertajuk Duka Demokrasi 2019 di depan kantor Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kota Cilegon. Aksi yang digelar pada Selasa (21/05) merupakan bentuk sikap dari banyaknya korban petugas KPPS yang meninggal dunia selama melaksanakan tugas ketika Pemilu 2019 beelangsung.

“Aksi ini kami selenggarakan sebagai bentuk belasungkawa dan sebagai bentuk sikap agar KPU tidak lepas tangan dan serius mengevaluasi dan menginvestigasi kejadian ini,” tutur Edi selaku Kordinator Lapangan (Korlap) aksi.

Menurut data Kemenkes melalui Dinas Kesehatan Provinsi,  selama penyelenggaraan Pemilu 2019 sebanyak 11.239 orang menderita sakit dan 572 jiwa meninggal dunia. Menurut Edi pemilu serentak tahun ini menyebabkan jam kerja petugas pemilu menjadi lebih panjang karena harus menghitung ribuan surat suara dari 5 jenis pemilihan.

Bendera Kuning di KPU Sebagai Simbol Duka

“Banyaknya petugas yang meninggal diduga akibat kelelahan ini merupakan tanda bahwa pemerintah telah gagal mengantisipasi dampak terburuk dari sistem dan aturan yang dijalankandijalankan.  Oleh karena itu evaluasi menyeluruh dari regulasi, rekrutmen, pelatihan hingga sarana pra sarana harus segera dilakukan,” imbuhnya.

Dalam aksi tersebut KAMMI Cilegon menuntut agar pembenahan dan evaluasi segera dilakukan dalam jangka waktu 2020 hingga 2021. Selain KAMMI juga mendorong KPU agar santunan yang sedianya akan diberikan kepada keluarga korban, segera direalisasikan. (IBC/SBS032)

You might also like
Comments
Loading...