Juru Sita Lahan Dihadang Prajurit TNI AL

Jakarta (14/1/2014), SatuBanten – Kericuhan terjadi saat puluhan prajurit TNI AL memblokade jalan menuju lokasi eksekusi lahan TNI AL di Markas Komando Polisi Militer Angkatan Laut (Pomal), Kelapa Gading Barat, Kelapa Gading, Jakarta Utara.

Kericuhan berawal saat sejumlah juru sita Pengadilan Negeri Jakarta Utara hendak melakukan eksekusi. Bahkan saat juru sita hendak membacakan eksekusi lahan yang dimenangkan oleh ahli waris dari keluarga Soemardjo di Pengadilan Negeri Jakarta Utara juga diwarnai suara ledakan dari lokasi yang akan dieksekusi.

Sebanyak 5 kali suara seperti dentuman meriam menggelegar di Kelapa Gading yang sontak menimbulkan ketegangan para pengguna jalan. Kericuhan tersebut juga membuat para pengguna jalan dan penghuni apartemen di sekitar lahan sengketa itu ketakutan dan panik.

Sementara itu Wakil Ketua Panitera PN Jakut yang bertindak sebagai juru sita, Supyantoro Muchidin, mengatakan pada prinsipnya pihak pengadilan sudah melaksanakan putusan untuk penyitaan.

“Setelah eksekusi (lahan) dilakukan, secara hukum urusan PN Jakut selesai. Soal eksekusi pengosongan ataupun pembongkaran, diserahkan pada pihak pemohon,” ungkap Supyantoro Muchidin.

Juru bicara TNI AL, Letkol Amir Mahmud mengatakan tanah yang saat ini ditempati Pomal itu bukanlah hasil rampasan dari rakyat atau pihak mana pun. Hal itu, menurut Amir, menjadi alasan pihaknya tetap mempertahankan tanah itu dari eksekusi oleh Pengadilan Negeri Jakarta Utara.

“Terkait dengan eksekusi ini kami merasa benar dan alat bukti kami ada, nanti kami akan tunjukkan secara resmi sertifikat asli itu,” kata Amir di Kelapa Gading, Jakarta Utara, Rabu (14/1/2015).

Kemudian Amir mengungkapkan, suara dentuman besar seperti bom itu berasal dari prajurit TNI AL yang tengah melakukan latihan. Latihan tersebut rutin dilakukan. Yang jelas ia menolak jika suara itu disebut bagian dari intimidasi pihaknya atas pelaksanaan eksekusi. (Susi/B09)

You might also like
Comments
Loading...