Jumlah Investor Pasar Modal Di Banten Terus Meningkat

Serang, (07/09/2018) Satubanten.com -Perkembangan pasar modal berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi nasional, pentingnya peran pasar modal dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional terlihat dari perkembangan pasar modal di setiap daerah.

Sejak dibukanya Kantor Perwakilan Bursa Efek Indonesia di Banten, mulai dari awal tahun 2018 hingga Juli 2018 jumlah investor pasar modal di Provinsi Banten telah mencapai 50.000 Single Investor Identification (SID) atau sekitar 2 persen dari jumlah penduduk di Banten. lebih baik Dari Nasional yang hanya 0,28 atau 700.000 investor yang berinvestasi di Pasar modal seluruh Indonesia.

Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Kantor Perwakilan Bursa Efek Indonesia Serang, Muhamad Fadli Fatah pada saat acara pembagian bantuan sosial di salah satu sekolah dasar negeri di Kota Serang.

“Sangat luar biasa pertumbuhannya. Antusias warganya sangat luar biasa. Dari awal buka sampe terakhir Juli 2018 itu ada sekitar 50.000 investor pasar modal yang sudah bergabung,” katanya. sebelumnya, pada April 2018 kemarin jumlah investor baru mencapai sekitar lima ribuan.

Selain itu, dia juga menyampaikan pertumbuhan pasar modal juga berpengaruh terhadap pertumbuhan tingkat inflasi dan pertumbuhan ekonomi untuk perbaikan tingkat kesejahteraan masyarakat Indonesia.

“Pertumbuhan pasar modal ini tentunya berpengaruh ya terhadap pertumbuhan ekonomi untuk tingkat kesejahteraan masyarakat Indonesia, khususnya di Banten sendiri,” ujar Fadli.

Dia juga mengatakan jika sebenarnya jumlah tersebut belum mencapai target. Untuk terus meningkatkan jumlah investor, pihaknya akan menggencarkan program Sekolah Pasar Modal (SPM).

“Masih belum seberapa banyak ya, kalau kita bandingkan dengan jumlah penduduk Banten. Maka, kami akan terus gencarkan sekolah pasar modal,” tuturnya.

Selain SPM konvensional, kini BEI Banten juga sudah membuka SPM berbasis syariah yang telah dibuka sejak beberapa waktu lalu. “Jadi kami mengadakan sekolah pasar modal ini satu bulan dua kali. Yang pertama sekolah pasar modal konvensional dan yang kedua sekolah pasar modal syariah,” jelasnya.

Fadli menambahkan, jika di Banten lebih banyak masyarakat yang tertarik untuk mengikuti Sekolah Pasar Modal Syariah. Karena menurutnya, Banten yang dikenal sebagai Kota Santri ini lebih dominan untuk mempelajari atau mengikuti SPM berbasis syariah. (SBS/029)

You might also like
Comments
Loading...