Jokowi Syok Calon Kapolri Pilihannya Terjerat KPK

Jakarta,(1/14/15) SatuBanten- Presiden Joko Widodo mengaku terkejut saat mengetahui calon Kapolri pilihannya, Komjen Budi Gunawan dijerat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Terlebih, dugaan kepemilikan rekening gendut yang menyeret Budi merupakan kabar lama.

“Beliau terkejut karena presiden mengikuti isu yang berkembang bahwa isu itu sudah ada 2008, tetapi belum ada tindakan hukum yang pasti sampai saat ini,” ujar Sekretaris Kabinet, Andi Widjojanto di kompleks Istana Negara. Jakarta.

Andi mengatakan, presiden mengetahui kabar Budi Gunawan menjadi tersangka korupsi ketika sedang dalam perjalanan menuju ke kantor Badan Intelijen Negara (BIN). Menyikapi kabar itu, kata Andi, presiden langsung memanggil Ketua Kompolnas yang juga Menkpolhukam Tedjo Edhy Purdijatno untuk menggelar rapat terkait status hukum Budi.

Andi menegaskan, Kompolnas adalah pihak yang memberi rekomendasi pada presiden terkait nama Budi sebagai calon Kapolri. “Hari ini Kompolnas masih pembahasan dan kita masih tunggu rekomendasi dari Kompolnas,” kata Andi.

Sebelumnya diberitakan, di tengah hiruk-pikuk penunjukkan Komjen Pol Budi Gunawan sebagai kapolri pengganti Jendral Pol Sutarman, Komisi Pemberantasan Korupsi menggelar konferensi pers yang mengejutkan Selasa (13/1).

Di depan para wartawan, Ketua KPK Abraham Samad secara langsung mengumumkan bahwa pihaknya telah menetapkan Komjen Pol Budi Gunawan sebagai tersangka.

“Komjen BG tersangka kasus tindak pidana korupsi saat menduduki kepala biro pembinan karir,” kata Ketua KPK Abraham Samad, Selasa (13/1).

Menurut Samad, ada transaksi tidak wajar yang melibatkan Budi. Karena itulah penyelidik KPK terus mendalami transaksi mencurigakan itu.

Pengumuman status tersangka ini tentu saja mengejutkan banyak pihak lantaran Budi adalah calon tunggal Kapolri yang diajukan Presiden Joko Widodo. (Sumber Ist)

You might also like
Comments
Loading...