Jelang Pergantian Tahun, Penjual Terompet Mulai Menjamur

Serang, SatuBanten- Menjelang tahun baru, bukan hanya petasan dan kembang api saja yang penjualannya meningkat, tetapi juga terompet. Di Serang, misalnya, penjualan terompet untuk memeriahkan pergantian tahun 2015 ini mulia marak dilakukkan para pedagang. Hampir disetiap sudut kota ditemukan pedagang terompet Tahun Baru.

“Sudah seminggu lalu, kami mulai berjualan terompet untuk keperluan tahun baru 2011, tapi permintaan dari masyarakat sampai sekarang belum begitu banyak,” kata Tarman (30), salah seorang pedagang terompet di kawasan Pasar Rau, Kota Serang, Selasa.

Harga terompet tahun baru dijual pedagang bervariasi antara Rp 5.000 hingga Rp 20.000 per buah. Untuk terompet terbuat dari kertas biasa dijual Rp 5.000 sampai Rp 10.000 per buah.

Sedangkan untuk terompet terbuat dari plastik harganya Rp 15.000-Rp 20.000 per buah. Tingginya harga terompet plastik karena barang tersebut dibeli dari Jakarta, sehingga sedikit mahal. Sedangkan terompet kertas dibuat sendiri.

Untuk menghadapi tahun baru pihaknya telah menyiapkan sebanyak 100 unit terempot terbuat dari kertas 50 dan dari plastik 50 buah. Sampai saat ini, baru terjual semuanya sebanyak 25 buah. Sedangkan sisanya 75 buah diharapkan habis terjual sehari menjelang Tahun Baru 2011, katanya.

“Saya optimistis sisa terompet sebanyak 75 buah akan habis terjual menjelang Tahun Baru. Sekarang yang paling banyak beli terompet anak-anak,” ujarnya.

Hal senada dikatakan Gunadi (31), pedagang kios terompet di pinggir jalan , Kota Serang. Ia mengatakan, untuk saat ini, permintaan terompet Tahun Baru masih sepi. “yang beli terompet sekarang ini baru anak-anak, sehingga omzet penjualan masih rendah. Untuk menghadapi Tahun Baru saya sudah menyiapkan terompet sebanyak 250 buah dan semuanya terbuat dari kertas karton,” ujarnya.

Dari persediaan itu, sampai saat ini sudah terjual sebanyak 100 buah. Sedangkan sisanya masih 150 buah disimpan di rumah.

Meski demikian, pihaknya yakin terompet sebanyak 150 buah itu akan habis terjual sampai malam Tahu Baru, karena dari pengalaman tahun lalu permintaan meningkat mendekati pergantian tahun. (BSB/005)

You might also like
Comments
Loading...