Jelang Natal Dan Tahun Baru , BI Banten Siapkan Uang Tunai 2,7 Triliun

Serang (18/12/2018) Satubanten.com – Bank Indonesia (BI) Kantor Perwakilan Banten menyediakan uang tunai sebesar 2,7 Triliun guna menghadapi lonjakan permintaan pada momen liburan Natal 2018 dan Tahun Baru 2019.

Persediaan uang tunai tersebut berdasarkan data histori kebutuhan uang pada periode 2017 (1.188 Triliun) dan data proyeksi kebutuhan uang yang disampaikan oleh perbankan sebesar 936 Miliar dan Masyarakat/ritel sebesar 564 Miliar, total proyeksi kebutuhan November hingga Desember 2018 adalah sebesar Rp. 1,5 Triliun.

Hal ini diungkapkan oleh Kepala Kantor Perwakilan BI Banten, Rahmat Hernowo, pada konferensi Pers “Kajian Ekonomi dan Keuangan Regional (KEKR) Provinsi Banten dan Persiapan Liburan Natal dan Tahun Baru Terkait Uang Tunai dan Uang Elektronik”, di Aula Gedung BI Banten, Selasa (18/12).

“Untuk Banten kita sudah sediakan uang tunai 2,7 Triliun, stok di BI ada 500 % dari perhitungan normal, mengingat kebutuhan yang disampaikan perbankan tidak terlalu besar.” ujar Rahmat Hernowo.

Rahmat juga menghimbau sektor perbankan untuk siap menhadapi lonjakan permintaan uang tunai pada momen liburan Natal dan Tahun Baru 2019.

“Saya himbau perbankan mencukupi uang-uang tunai di ATM demi kelancaran masyarakat bertransaksi pada liburan nanti.” ujarnya.

Terkait uang elektronik, Kantor Perwakilan BI Banten juga mengkoordinasikan dengan PT MMS, PT ASDP dan Perbankan untuk melakukan persiapan. Diantaranya, PT ASDP Merak bekerjasama dengan perbankan telah menyiapkan 11 buah EDC/bank dan 20,000 uang elektronik tiap bank agar masyarakat dapat dengan mudah bertransaksi.

Para Narasumber dan perserta foto bersama usai acara konferensi pers. (Diks/SBS)

Dalam acara tersebut hadir sebagai narasumber, Kepala Perwakilan BI Banten, Rahmat Hernowo, VP marketing dan business Development PT ASDP, Shelvy Arifin, Manager Humas PT MMS Theresia Dyah murtandiri dan Wakil Pimpinan wilayah Kanwil BRI 3, Darwaji.

Pada kesempatan itu, BI meminta bantuan Media untuk mensosialisasikan kebijakan batas akhir penukaran uang kertas pecahan Rp 100.000 dan Rp 50.000 tahun 1999 dan uang kertas pecahan Rp.20.000 dan Rp 10.000 edisi terbit 1998 ke kantor BI Banten paling lambat tanggal 31 Desember 2018. Jika sampai batas akhir tidak ditukarkan maka uang kertas pecahan tersebut sudah tidak berlaku lagi untuk bertransaksi. (DIKS/SBS02)

You might also like
Comments
Loading...