Jelang Musim Haji, Imigrasi Kota Serang Maksimalkan Pelayanan.

Serang, (11/07/2018) satubanten.com – Persiapan dan peningkatan pelayanan menjelang musim haji terus dilakukan oleh Imigrasi Kelas I Kota Serang dalam pembuatan paspor.

Menurut Adi Purwanto Kepala Seksi Informasi dan Komunikasi Imigrasi Kelas I Kota Serang mengatakan persiapan yang sudah dilakukan yaitu dengan mensosialisasikan pembuatan paspor. Tujuannya agar masyarakat mengetahui mengetahui tata cara dan persyaratan apa saja yang harus dilengkapi. “Kami telah melakukan sosialisasi pembuatan paspor di Kabupaten dan Kota Serang. Tujuannya agar masyarakat mengetahui prosedur dan persyaratan,” katanya kepada satubanten.

Ia menambahkan sosialisasi yang dilakukan melalui Radio Repbulik Indonesia (RRI), Radio Parantis Pandeglang dan brosur. “Selain sosialisasi di tempat, kami juga mensosialisasikannya melalui beberapa media yaitu RRI, Radio Paranti Pandeglang, dan brosur,” imbuhnya.

Dalam mengantisipasi membeludaknya pemohon paspor, Adi menjelaskan melalui aplikasi “Antrian Paspor” antreann dapat teratasi karena dengan aplikasi online tersebut pemohon paspor tidak perlu datang pagi-pagi dan capek untuk mengantri karena sudah disediakan fitur pemilihan jam dan hari yang dapat disesuaikan dengan keinginan pemohon.

“Alhamdulillah antrean dapat teratasi sekalipun membeludak karena adanya aplikasi ini. Untuk aplikasi online tersebut kouta yang tersedia 140 pemohon tetapi tidak menutup kemungkinan kami layani apabila lebih dari kouta yang telah ditetapka,” jelasnya.

Kendala yang sering dijumpai ialah ketidaksesuaian data. Apabila diketehaui adanya pemalsuan data maka akan dikenakan sanksi hukum. “Kendalanya ialah ketidaksesuaian data dari kemenag. Apabila diketehaui adanya pemalsuan data maka akan dikenakan sanksi yaitu penangguhan paspor paling lama dua tahun,” kata Adi kepada satubanten.

Sementara itu, ia menuturkan ada pelayanan khusus bagi lansia, ibu hamil dan penyandang disabilitas. “Bagi lansia, ibu hamil dan penyandang disabilitas ada pelayanan khusus dalam pembuatan paspor,” tuturnya.

Tercatat paspor yang telah dibuat berjumlah 738 dari Kabupaten Pandeglang, 674 dari Kabupaten Lebak. “Jumlah paspor yang dibuat berjumlah 738 dari Kabupaten Pandeglang, 674 dari Kabupaten Lebak. Untuk Kabupaten dan Kota Serang ngurus parpornya ke Imigrasi Cilegon, ini dibagi atas permintaan di Kemenag Banten,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Adi berharap adanya peningkatan kualitas pelayanan kerja untuk sumber daya manusia yang ada di Imigrasi. “Harapan kedepan harus ada peningkatan kualitas pelayanan kerja agar kesalahan dapat diminimalisir bahkan tidak ada, terkait fasilitas semoga bisa ditambah agar bisa mengurangi antrean apabila aplikasi online servernya sedang down, dan kepada masyarakat memberikan keterangan data yang benar dan lengkap,” pungkasnya.

You might also like
Comments
Loading...