Jelang Lebaran Harga Tiket Bus Ekonomi Melonjak

SERANG, (SatuBanten News) -Jelang hari raya Idul Fitri 1439 Hijriah, sejumlah angkutan umum mengalami kenaikan harga tiket hingga 70 persen. Hal tersebut dirasakan oleh Pandu (26) warga asal Pemalang Jawa Tengah. Dia mengaku biasanya harga tiket bus ekonomi ke daerah tempat tinggalnya hanya seharga Rp 85 ribu dari Terminal Pakupatan Kota Serang, tapi saat ini menjelang lebaran tiketnya naik menjadi Rp 200 ribu.

Meski terbilang sangat mahal, dirinya pun pasrah dan tetap membelinya karena khawatir jika ditunda harga tiket akan semakin tinggi. Dilain tempat, Sugiharti (33) pun mengakui kalau harga tiket bus ekonomi sangatlah tinggi. “Iya mahal banget, biasanya tiket bus ekonomi ke tegal cuma Rp 60 ribu sekarang udah Rp 180 ribu,” katanya.

Kepala Terminal Pakupatan Kota Serang,  Roni mengatakan jika saat ini harga tiket di sejumlah agen bus belum ditentukan. “Nanti kita akan rapat untuk penentuan harga tiket bus bersama Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Banten. Dalam rapat itu akan kami sepakati berapa batas maksimal kenaikan harga tiketnya,” ucapnya.

Dikatakan Roni, penetapan tarif bus tersebut bertujuan untuk menghindari adanya agen bus yang menaikkan harga tiket seenaknya yang dapat merugikan masyarakat. Terkait hal itu pihaknya juga akan segera melakukan pemantauan bersama Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Banten. “Daftar harga tiket juga nantinya harus ditempel di depan kaca mobil bus, agar ketahuan berapa tarifnya,” katanya.

Tarif bus memang setiap tahunnya menjelang lebaran akan mengalami kenaikan harga tiket yang cukup tinggi, namun sebenarnya untuk penetapan tarif tersebut tertuang pada Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 36/2016 tarif per kilometer per penumpang sudah diatur. Dan seharusnya para pengusaha bus harus mematuhi peraturan tersebut.

Roni juga menjelaskan apabila masih ada agen yang tidak memberikan harga sesuai keputusan yang ditetapkan, maka akan dilaporkan kepada pimpinan untuk diberikan sanksi. Jika sejumlah agen sudah menentukan harganya, pihaknya akan memberi imbauan untuk menyesuaikan tarif sesuai kesepakatan.

Apabila penumpang mendapati tarif lebih dari harga tiket yang telah ditetapkan, maka mereka bisa langsung mengadukannya ke pos pengaduan yang ada di terminal. “Nanti H-10 atau sekitar tanggal 3-4 Juni kami akan awasi masalah tiket, dan nanti juga akan ada posko pengaduan yang kami sipakan selama 24 jam,” ujar Roni.

Sebelumnya, Dirjen perhubungan Darat, Budi Setiyadi menyatakan jika Kementrian Perhubungan (kemenhub) akan mengontrol harga tiket bus. Dia juga menegaskan pihaknya akan bertindak tegas terhadap setiap laporan pelanggaran untuk ditindaklanjuti. “Jika masih  ada perusahaan bus yang bandel, maka sanksi siap dijatuhkan. Muali dari teguran hingga pencabutan izin usaha,” katanya.

Budi juga mengingatkan kepada masyarakat untuk tetap waspada terhadap calo penjual tiket bus. Sebab mereka biasanya menaikkan harga seenaknya, dan tidak sesuai dengan aturan. (SBS/029)

You might also like
Comments
Loading...