Jelang Laga Pertama, CEO Cilegon United Yakin Telah Bereskan Manajemen

Cilegon (20/06/2019), Satubanten.com – Setelah sempat mengalami kondisi vakum di tahun 2018, kini Cilegon United FC kembali merumput di Liga 2 2019. Untuk menghadapi kondisi tersebut, CEO Cilegon United FC Yudhi Apriyanto telah memperbaiki kondisi internal Tim. Salahsatunya yakni dengan melaksanakan rekomendasi dari AFC untuk memperbaiki manajemen tim.

“Jadi untuk memperbaiki kondisi CU ini kami sudah melakukan be rekomendasi dari AFC. Yang pertama yaitu dari sisi legal, kami sudah memiliki badan hukum tersendiri yakni PT Cilegon Putra Mandala (PCM). Sedangkan dari segi keuangan kita telah melakukan audit bersama patner, akuntan publik dari Bandung. Kita audit semua keuangan kita biar lebih transparan, biar masyarakat tahu, yang menyumbang tahu kalau dana yang tepat sasaran,” tutur Yudhi.

Selain aspek Legal dan Fiansial (keuangan) Yudhi menjelaskan bahwa Cilegon United juga telah melakukan perbaikan dari segi struktural. Yakni adanya pergantian pengurus manajemen dan pelatih tim. Di posisi Manajer kini CU FC dipegang oleh Ahyadi Sanusi sedangkan untuk pelatih kini ada Bambang Nurdiyansyah yang menggantikan posisi Imam Riyadi yang mundur.

Sementara itu dari aspek personal, Yudhi juga mengatakan bahwa dirinya telah melakukan banyak hal untuk memperbaiki kondisi tim. Antara lain dengan mengupgrade skill dengan banyak pelatihan. Di tahun 2019 ini Yudhi mengaku tidak mematok target terlalu tinggi untuk memaksakan diri masuk ke Liga 1.

“Target kita sebenarnya kita masuk di Liga 1 untuk tahun 2019 ini, tapi yang terbaik adalah kita bertahan di Liga 2 di 2019 ini. Dengan coach Bambang saat ini kita optimis, karena di Jawa Barat ini kita juga cukup berat jadi semua berjuang, pemain berjuang, kami juga berjuang untuk membangun mental pemain,” imbuhnya.

Yudhi mengungkapkan bahwa pada 2012 pertama kali Cilegon United FC mengikuti Regional Banten, Divisi 2 nasiona dan dari 82 menjadi yang terbaik dan juara di 2013. Di Tahun 2014 Cilegon United FC promosi di divisi 1, dan kembali menjadi juara di tahun 2014. Sedangkan di tahun 2015 CU FC promosi ke divisi utama. Tahun 2017 dan 2018 mulai menapaki Liga dan karena ada masalah yang cukup besar, akhirnya CU FC tidak bisa menapaki tingkat yang lebih tinggi dan mampu bertahan di posisi ke 8. (IBC/SBS032)

You might also like
Comments
Loading...