Jelang Hari Badak Sedunia TNUK Ajak Masyarakat Melihat Hasil Dari Video Trap

Pandeglang, (15/09/2018)- SatuBanten.Com – Jelang Hari Badak Sedunia yang jatuh pada 22 September merupakan momentum penggalangan dukungan dari masyarakat dan semua pihak untuk bekerjasama dalam upaya menyelamatkan badak.

Untuk itu yuk kita kenali ciri fisik badak yang ada di Taman Nasional Ujung Kulon – Pandeglang dengan melihat hasil dari video trap milik Taman Nasional Ujung Kulon ini. Semoga bermanfaat.

Kegiatan monitoring badak jawa di Taman Nasional Ujung Kulon dilakukan secara rutin setiap tahun, mulai dari bulan Januari hingga bulan Desember. Video trap dipasang di Semenanjung Ujung Kulon seluas ± 30.000 Ha. Tipe habitat yang ada di Semenanjung Ujung Kulon adalah hutan hujan tropis dataran rendah, dengan banyak semak belukar dan rumpang yang merupakan salah satu habitat yang disukai oleh badak jawa.

Kegiatan monitoring badak jawa menggunakan video trap dilakukan oleh tim Rhino Monitoring Unit (RMU) yang terdiri dari 1 orang Ketua Unit dari staf Balai TN. Ujung Kulon dan 8 orang masyarakat.

Tim RMU setiap bulan melakukan pengecekan video trap dan sekaligus monitoring habitat badak jawa. Jumlah video yang dipasang di Semenanjung Ujung Kulon adalah 100 buah.

Dari hasil rekaman video trap tersebut, berhasil merekam beberapa jenis satwa, antara lain badak jawa (Rhinoceros sondaicus), ajag (Cuon alpinus), ayam hutan (Galus galus), babi hutan (Sus scrofa), banteng (Bos javanicus), garangan (Herpestes javanicus), kancil (Tragulus kancil), kucing hutan (Prionailurus bengalensis), kijang (Muntiacus muntjak), landak (Hystrix javanica), macan tutul (Panthera pardus), merak (Pavo muticus), musang (Paradoxurus hermaproditus), rangkong (Antharoceros albirotris) dan beberapa jenis burung lainnya.(SBS011/RLS)

You might also like
Comments
Loading...