Jedogan saat Takbiran: Kawasan Royal Pukul 12 Malam Seperti Pasar Pagi

Aparat Kepolisian dan Satpol PP beberapa kali menghalau warga dan memberikan peringatan dengan pengeras suara

Serang, Satubanten.com – Kawasan Royal Kota Serang yang memiliki tradisi ‘jedogan’ atau berdesak-desakan saat berbelanja di malam hari raya, tidak mempengaruhi masyarakat ditengah pandemic Covid-19 saat ini.

Pantauan Satubanten.com di Kawasan Royal dan Pasar Lama kembali ramai oleh pengunjung pada Sabtu (23/5). Padahal pasar malam itu sempat jadi perdebatan warga karena khawatir akan jadi penyebaran baru Covid-19 karena banyaknya kerumunan.

Pengunjung tampak berdatangan untuk mencari sejumlah barang kebutuhan Idul Fitri 1441 Hijriah. Salah satunya Maryam (34) yang datang berbelanja di pasar malam bersama suami dan dua anaknya.

“Kebetulan rumah dekat di Kasemen. Anak-anak belum pada dapat baju buat Lebaran, kan kalau udah malem lebaran harganya murah” kata ujar Maryam kepada Satubanten.

Para pembeli masih mencari model dan harga yang cocok saat berbelanja. (foto:Ahmad/SBS)

Hal yang sama diutarakan oleh Marwan (40) salah satu pedagang baju dan celana yang sengaja membuka lapak pada seminggu jelang Idul Fitri.

“Lumayan berjualan seminggu disini, untungnya sama dengan berjualan sebulan,” ujarnya.

Pasar malam Royal terletak antara Taman Sari dan Stasiun Kota Serang yang memanjang hingga Kawasan Borobudur di Jalan Juhdi serta Lampu Merah Pocis. Mayoritas dari mereka berjualan pakaian dengan berbagai potongan harga pada lapak yang dibuat semi permanen menggunakan gerobak dan terpal.

Sementara badan jalan penuh sesak dengan pejalan kaki serta pengendara motor. Bahkan puluhan motor pengunjung diparkir hingga ke area stasiun dan daerah Pasar Lama. Di dekat parkiran motor tampak pedagang makanan yang sengaja menggelar terpal di trotoar jalan untuk lesehan.

Terlihat masih ada petugas Satpol PP dan petugas kepolisian yang lalu lalang mengendarai mobil patroli mengumumkan bahaya COVID-19. (SBS01)

You might also like
Comments
Loading...