Jazuli Juwaini Resmikan 30 Renovasi Rumah Tak Layak Huni

Cikande (10/11/2018), Satubanten.com – Anggota Komisi I DPR RI dari Frakasi PKS Dr. H. Jazuli Juwaini, M.A meresmikan rumah tidak layak huni di Desa Kamurang, Kecamatan Cikande, Kabupaten Serang. Ada 30 rumah yang menjadi sasaran program renovasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), kerja sama antara PUPR dan Kementerian Sosial RI tersebut. Sebagai fasilitator program, Jazuli menganggap advokasi renovasi RTLH tersebut merupakam salah satu tugas dan kewajibannya sebagai wakil rakyat.

“Seperti yang dikatakan pak lurah, program ini program pemerintah. Duitnya bukan Presiden, bukan duit Menteri, bukan duit Gubernur tapi duit dari rakyat. Dikembalikan kepada rakyat. Saya perannya cuma mengusulkan, untuk mengadvokasi kepentingan rakyat. Alhamdulillah ini sebagai bagian tanggung jawab saya kepada rakyat,” tutur Jazuli.

Sementara itu, Mukhemi selaku Lurah Desa Kamurang mengatakan bahwa pembangunan berjalan lancar meskipun program tersebut hadir tidak pada waktu yang tepat dan harus dikerjakan dengan tenggat waktu yang relatif cepat. Hal ini bisa dilakukan berkat kerja antara warga dan perangkat desa terkait.

“Untuk saat ini selain 30 rumah yang sudah direnovasi, masih ada 150 rumah lagi yang tidak layak huni dan perlu bantuan renovasi. Untuk bangunan lain seperti jalan alhamdulillah sudah bagus tinggal mungkin saluran air aja yang masih perlu diperbaiki,” kata Mukhemi.

Adanya halangan saat pembangunan dan ketidak tepatan waktu pelaksanaan program juga diakui oleh Konsultan PUPR Provinsi Banten, Ahmad. Menurutnya, pembangunan rumah ini sebetulnya bisa selesai dalam waktu 15 hari saja, namun karena saat program berjalan bertepatan dengan musim panen sehingga banyak masyarakat yang terfokus pada panen tersebut.

“Kalau dari konstruksi sih nggak ada kendala, cuman disini kan orang-orangnya sebagian besar di pabrik ya Pak, jadi untuk kerja membangun rumah ini sempat kesulitan. Dan pas waktu itu di desa kan juga lagi musim panen jadi sempat merasa kekurangan petukang. Namun akhirnya warga meluangkan waktunya untuk bergantian menyelesaikan program renovasi rumah tersebut,” kata Ahmad.

Lebih lanjut ahmad mengungkapkan bahwa secara umum program pembangunan ini berjalan dengan sukses karena unsur-unsur kelengkapan rumah telah terpenuhi. Hanya saja, dirinya berharap untuk program selanjutnya bisa dijalankan diwaktu yang tepat. Sehingga pekerjaan bisa lebih cepat selesai.

Ketentuan program perbaikan atau renovasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) atau Rutilahu ini tertuang dalam Peraturan Menteri Sosial Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2017 Tentang Rehabilitasi Sosial Rumah Tidak Layak Huni Dan Sarana Prasarana Lingkungan. Dalam pasal 2 disebutkan bahwa program ini bertujuan untuk mengembalikan keberfungsian sosial dan meningkatkan kualitas tempat tinggal Fakir Miskin melalui perbaikan kondisi rumah dan sarana prasarana lingkungan baik secara menyeluruh maupun sebagian dengan menggunakan semangat kebersamaan, kegotongroyongan, dan nilai kesetiakawanan sosial masyarakat. (IBC/SBS032)

You might also like
Comments
Loading...