Jazuli Juwaini Dorong Tontonan Wayang Jadi Tuntunan

 

Cilegon, 10 sepetember 2018

Melalui survei, Jazuli Juawini mendapati bahwa salah satu hiburan yang paling digemari warga Kota Cilegon adalah wayang. Nilai budaya dan pendidikan yang terkandung dalam pertunjukan wayang, selayaknya tidak hanya sebagai tontonan namun juga bisa menjadi tuntunan.

Satubanten.com – Wayang Kulit ternyata menjadi salah satu pertunjukan yang paling digemari oleh masyarakat Kota Cilegon. Hal ini dikatakan oleh Anggota Komisi I DPR RI Dr. H. Jazuli Juwaini, MA, saat memberikan sambutan dalam pembukaan Pagelaran Seni Budaya Wayang Kulit di Halaman Rumah Dinas Walikota Cilegon, Sabtu (8/9) malam.

“Saya sudah keliling ke desa-desa, setiap saya tanya apa hiburan yang paling digemari, ternyata jawabnya wayang. Saya sempat tidak tahu apakah karena Kota ini Kota Industri sehingga banyak orang jawa yang kesini, itu mungkin bisa jadi salah satu sebabnya,” tuturnya.

Pertunjukan Wayang Kulit tersebut dibawakan oleh Ki Dalang Sambowo yang merupakan dalang dari RRI Jakarta. Lakon yang dibawakan oleh Ki Dalang Sambowo adalah ‘Semar Mbangun Kayangan’. Dalam dunia pewayangan Semar merupakan salah satu keturuna dewa namun hidup sebagai masyarakat biasa. Namun dalam lakon tersebut, Semar yang orang biasa tesebut mampu membangun kembali khayangan yang merupakan negerinya para Dewa.

Menurut Jazuli Juwaini, lakon Semar Mbangun Khayangan ini dalam kehidupan sehari – hari bisa diumpamakan sebagai masyarakat yang bisa turut serta membangun negeri Indonesia. Jazuli mengatakan bahwa Uni Soviet, salah satu negara besar di dunia saja bisa hancur, tapi Indonesia bisa tetap utuh hingga sekarang. Hal ini, menurut Jazuli Juwaini, bisa terjadi karena Indonesia mempunyai Pancasila sebagai ideologi dan dasar negara, maka bisa tetap kokoh hingga sekarang.

“Lakon Semar Mbangun Khayangan ini kalau di kehidupan ini seperti kita yang membangun negara. Bapak Ibu bisa bayangkan, dulu ada Negara besar namanya Uni Soviet, itu bisa hancur. Tapi Indonesia, hingga sekarang tetap bertahan salah satunya kerena masyarakatnya yang tetap menjadikan Pancasila sebagai dasar negaranya,” lanjutnya.

Di masa lalu Jazuli juga mengatakan bahwa wayang pernah menjadi salah satu sarana perbaikan akhlak melalui dakwah walisongo di tanah nusantara. Di zaman sekarang, Wayang juga bisa menjadi salah satu hiburan yang memuat konten – konten pendidikan kehidupan berbangsa dan bernegara. Oleh karena itu melalui lakon Semar Mbangun Khayangan tersebut, Jazuli menghimbau agar pertunjukan wayang tersebut tidak hanya menjadi tontonan tapi juga bisa menjadi tuntunan.

“Semar Mbangun khayangan atau semar mbangun Negara ini saya harap bisa memberikan pelajaran yang baik. Semoga melalui Wayang Kulit dengan lakon Semar Mbangun Khayangan bisa menjadi salah satu tontonan yang menjadi tuntunan,” tutupnya.

Ditulis oleh : Imam B. Carito

Diedit oleh : SBS032

*Baca tulisan lain Imam B. Carito atau tulisan lain tentang Jazuli Juwaini atau tentang Wayang.

You might also like
Comments
Loading...