ISUZU Panther Mobil Legendaris yang Masih Exis

Satubanten.com – Setiap tahun pasti ada pertanyaan ini, apa kabar Isuzu Panther? dan jawabannya selalu sama baik-baik saja. Ini adalah mobil ikonik lho, gak salah juga kalau disebut legenda hidup. Dan Isuzu pasti tau itu, meski sesuatu yang spesial untuk menghormati kiprahnya belum juga ada.

Selama hitungan dekade terakhir pun, Isuzu Panther seolah tak tersentuh, dilupakan namun tak juga terlupakan. Berbagai rumor terkait rencana generasi baru pun entah sudah beberapa tahun terakhir muncul, namun hilang lagi.

Isuzu Panther masih gitu-gitu aja. Sejak jaman ke Bali beli solar cuma Rp 44 ribu sampai hari ini, Isuzu Panther masih tak berubah, tapi belum mati juga.

Apakah ini tanda bahwa Isuzu sudah tak minat lagi pada Panther, meski penggemarnya cukup loyal di Indonesia? Bisa jadi. Atau memang ini hanya soal fokus saja. Entah sudah berapa tahun terakhir, Isuzu seolah menegaskan kalau fokusnya adalah mobil komersial.

Dan itu sedikit terbukti di tahun ini. Peluncuran perdana di dunia alias World Premiere pun jatuh pada Isuzu Traga, bukan Panther!

Hanya mesin Panther saja yang digembar-gembor digunakan pada pikap kecil terbaru Isuzu itu. Mesin yang tentu saja legendaris.

Namun sayang untuk saat ini, Panther memakai mesin diesel berkapasitas 2.500 cc dengan kode 4JA1. Mesin tersebut dikembangkan untuk bahan bakar dengan standar Euro 2. Jika rencana pemerintah menerapkan standar Euro 4 terwujud, maka mau tidak mau mesin Panther harus diganti.

Tapi masa gara-gara regulasi yang masih jadi wacana tersebut yang menghalangi Isuzu melahirkan generasi baru dari Panther?

Padahal, kalau soal mesin, kan bisa menggunakan mesin Mu-X atau D-Max dengan kode 4JJ1 yang sudah berstandar Euro 4.

Perbedaan utama antara mesin 4JA1 dan 4JJ1 ada pada sistem pengabutannya. Meski sama-sama injeksi, namun teknologi yang dipakai berbeda. 4JA1 masih menggunakan teknologi lama, sedangkan 4JJ1 sudah mengadopsi sistem common rail injection. Tapi sama-sama 2.500 cc.

Tetapi fokus Isuzu saat ini sepertinya hanya untuk mobil komersial. Sebab, kemunculan Isuzu Mu-X saja, yang saat itu disebut sebagai pengganti Panther tidak berhasil.
Sekarang pun mungkin nasibnya sama dengan Panther, dicuekin gitu aja tapi gak dibiarkan mati.
Namun kabar burung terbaru, Isuzu Astra Motor sedang mengembangkan Panther terbaru dengan banyak sekali pertimbangan.

Bahkan Panther Euro 4 pun dikatakan Isuzu masih jauh untuk jadi kenyataan.

Chief Operating Officer PT Isuzu Astra Motor Indonesia, Harry Kamora mengaku, banyak faktor yang dipertimbangkan untuk membuat Panther generasi terbaru.

“Harus sesuai dengan pasar Indonesia secara dimensi, kegunaan dan juga harga,” ujarnya.
Jadi gak sekedar memilih mesin yang sudah standar Euro 4 atau belum. “Euro 4 ini kan sangat berkaitan dengan infrastruktur, dalam hal ini pemerintah yang sediakan. Isu mengenai Euro 4, kami menunggu kapannya,” tambahnya.

Jadi, kira-kira kapan ada generasi baru dari Isuzu Panther? “Belum tahu, sedang dipertimbangkan,” tutupnya singkat. Mari kita tunggu bersama akan seperti apakah panther kedepan mobil legendarin yang selalu menghiasi jalanan indonesia.

You might also like
Comments
Loading...