Aspirasi Rakyat dan Terpercaya

Irna Narulita: Pentingnya Exit Tol di Kecamatan Pagelaran Untuk Mendorong Peningkatan Ekonomi Masyarakat

Serang, (23/10/2019)- Satubanten.com- Gubernur Banten Wahidin Halim sangat mendukung untuk dibangunnya exit tol Serang – Panimbang yang ada di Kecamatan Pagelaran. Pasalnya, exit Pagelaran dikabarkan sempat terhambat lantaran status jalan milik Desa.

“Kami sangat mendukung pembangunan exit tol di Pagelaran, agar ekonomi masyarakat hidup disana,”Hal ini dikatakan Wahidin Halim pada saat Rapat Koordinasi Pembangunan Strategis Nasional (PSN) di Pendopo Provinsi Banten, Rabu (23/10).

Menurut Wahidin Halim, jika melihat dari apa yang sudah terjadi, banyak masyarakat yang justru dengan adanya jalan tol tidak mendapatkan keuntungan ketika jalan tol dibangun.

“Konsep jalan tol itu harus menumbuhkan ekonomi masyarakat sekitar, karena itu exit tol sangat penting. Jangan hanya melihat kepentingan pengusaha saja, tapi kepentingan masyarakat harus diutamakan,” ujar WH.

Pada kesempatan rakor tersebut Bupati Pandeglang memaparkan betapa pentingnya exit tol dan rest area untuk mendorong peningkatan ekonomi masyarakat. Untuk itu, Bupati Irna mempertahankan agar exit tol di Kecamatan Pagelaran dapat dilaksanakan. “Jika memang benturannya status jalan, kita akan tingkatkan menjadi jalan Kabupaten, dan untuk lahan rest area walaupun itu berada di kawasan diatas kawasan pangan berkelanjutan, sebenarnya boleh saja dilakukan selama untuk kepentingan masyarakat banyak, dan kami harus menyiapkan lahan penggantinya,” tegas Irna.

Argumen Bupati Irna akan pentingnya exit tol di Pagelaran, diterima dan diamini oleh Gubernur Banten.”Inilah harapan masyarakat banyak, karena hadirnya exit tol disana (Pagelaran) akan hadir pangan lokal yang akan dipasarkan disana, saya harap exit tol Pagelaran bisa direspon,” terang Irna.

Sementara itu Mulyana dari Wijaya Karya (Wika) Serang – Panimbang, membebarkan jika salah satu kendala yang menghambat, sehingga gagalnya pembuatan exit tol Pagelaran adalah status jalan. “Jika tadi statusnya akan dinaikan, kita akan koordinasi dengan PUPR, sambil kita lihat perkembangan supaya nilai manfaatnya bisa ketemu,” ujar Mulyana ditemui usai acara.

Dikatakan Mulyana, alasan mengapa status jalan Desa itu menghambat, lantaran dikhawatirkan akan mengganggu kenyamanan pengguna jalan tol.”Khawatir para pengguna jalan tol ini kenyamanan nya terganggu karena saat exit tol ko jalan nya begini, makanya harus ada peningkatan status jalannya,” imbuhnya. (Sbs/011/Rls)

You might also like
Comments
Loading...