Inilah UMK Kabupaten dan Kota Serang

Serang, (24/11/14) SatuBanten- Setelah Pelaksana tugas Gubernur Banten Rano Karno resmi menandatangani Upah Minimum Propinsi (UMP) 2015. Para buruh tidak puas dengan upah yang di setujui oleh Pemerntah Banten mereka melakukan aksi dan pemblokiran jalan untuk menuntut penolakan upah murah.

Mereka melakukan aksi besar-besaran sehingga membuat kemacetan menuntut hak mereka menginginkan upah yang layak.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Banten Hudaya Latuconsina mengatakan, Kabupaten Lebak menempati level terendah standar upah minimum kabupaten/kota (UMK) yaitu sebesar Rp 1.728.000. Sedangkan Pandeglang sedikit lebih tinggi yaitu senilai Rp 1.737.000.

Berbeda dengan dua kabupaten di selatan Banten tersebut, di kabupaten dan lota lainnya upah minimum melampaui angka dua juta rupiah. Kota Serang ditetapkan Rp2.375.000. Kabupaten Serang berada pada posisi Rp 2,7 juta. Kabupaten Tangerang dan Kota Tangerang Selatan berada pada angka yang sama yaitu Rp 2.710.000, dan upah tertinggi di Banten adalah Kota Cilegon yaitu sebesar Rp 2.760.590.

Hudaya juga mengatakan, bahwa upah minimum tersebut merupakan rekomendasi Dewan Pengupahan dan pemerintah kabupaten/kota kecuali untuk Kabupaten dan Kota Tangerang.

“Untuk kedua lokasi tersebut belum ada rekomendasi dari kabupaten/kota, hanya dari pihak Dewan Pengupahan saja,” jelasnya dilansir Radar Banten.

Dengan demikian Dewan Pengupahan di dua wilayah tersebut menyerahkan kebijakan kepada Plt Gubernur Banten. Selain itu, Hudaya juga mengatakan mengenai perhatian Rano yang mengontrol terus menerus menanyakan setiap perkembangan dari proses rekomendasi.

“Beliau menghubungi saya hampir setiap jam, baik melalui pesan singkat maupun via telepon semenjak UMK dibahas di Kabupaten dan Kota,” ungkapnya. (005)

You might also like
Comments
Loading...