Inilah Kandungan Sosis Yang Membahayakan Tubuh

Satubanten.com – Produk olahan daging yang satu itu banyak digemari masyarakat, mulai dari anak-anak hingga dewasa. Selain praktis dan rasanya yang enak, harga makanan ini cukup terjangkau serta mudah ditemukan. Ya, makanan tersebut adalah sosis.

Sosis sendiri terbuat dari daging cincang baik daging ayam, sapi, ikan dan hewan ternak lainnya, lemak hewan dan rempah, serta bahan-bahan lain. Sosis umumnya dibungkus dalam suatu pembungkus yang secara tradisional dibungkus dengan usus hewan, namun kini telah banyak jenis pembungkus atau selongsong sosis dari plastik food grade yang hadir untuk mempermudah pembuatan sosis.

Berbahan dasar daging yang kaya akan protein, zat besi dan vitamin, sosis dianggap sebagai makanan yang bergizi dan menyehatkan. Namun tahukah anda? Sosis yang beredar di pasaran mengandung beberapa zat yang kurang baik untuk tubuh.

Beberapa ahli gizi menyebutkan bahwa makanan yang berasal dari Sumali (Irak) tersebut mengandung asam lemak jenuh yang berbahaya bagi kesehatan. Asam lemak jenuh sendiri merupakan asam lemak yang jahat yang dapat meningkatkan kadar kolesterol dan tekanan darah tinggi. Asam lemak ditambahkan pada sosis agar tekstur sosis tersebut kenyal dan padat.

Selain itu, kadar garam dalam sosis juga terbilang tinggi. Karena pada umumnya garam sendiri dapat mengeringkan sosis dan membuat sosis lebih tahan lama. Sebagaimana kita tahu, konsumsi garam berlebih merupakan ancaman bagi kesehatan.

Bahan pengawet yang terkandung dalam sosis juga dapat membahayakan tubuh, misalnya Komponen nitrit dan nitrat yang terdapat dalam daging olahan akan diubah menjadi komponen penyebab kanker ketika masuk ke dalam tubuh. Menurut Cancer Research UK, nitrat dan nitrit secara alami sudah terdapat dalam daging merah, tetapi seringkali ditambahkan saat pembuatan daging olahan untuk digunakan sebagai pengawet dan pemberi warna, yang kemudian di dalam tubuh, nitrit dan nitrat teraebut diubah menjadi nitrosamine dan nitrosamide, inilah komponen yang dapat menyebabkan kanker.

Untuk meminimalisir bahaya tersebut, kita perlu cermat memilih sosis yang akan kita konsumsi . Warna sosis yang terlihat homogen dikhawatirkan mengandung banyak campuran. Karena seharusnya serat-serat daging masih dapat terlihat meski sudah melalui proses penggilingan.

Kita juga perlu curiga jika menemukan sosis yang berwarna terlalu terang. Karena dikhawatirkan telah dicampurkan pewarna buatan, bukan pewarna makanan alami. Pewarna buatan ini sangat berbahaya karena memiliki sifat karsinogenik alias meningkatkan risiko kanker, khususnya kanker usus.

Dan jangan berlebihan mengkonsumsi sosis ataupun daging olahan lain sebagai lauk ataupun camilan. Serta biasakan mengkonsumsi daging murni atau mengolah daging sendiri untuk kesehatan tubuh yang lebih baik. (SBS/022)

You might also like
Comments
Loading...