Ini Penyebab Sulitnya Menghapus Tato Pada Kulit

Satubanten.com (13/07/2018) – Ketika tinta disuntikkan ke dalam lapisan kulit, sistem kekebalan tubuh secara otomatis akan mengenali zat tinta tersebut sebagai penyusup asing, sehingga sel darah putih mengirim pasukan untuk mencoba melawan dan menelan partikel tinta. Sel darah putih kemudian mengawal partikel tinta ke hati, di mana tempat partikel tinta tersebut diproses dan disekresikan.

Dengan proses tersebut, maka tato permanen sulit dihilangkan karena pembuatan tato harus menyuntikkan tinta berwarna ke dalam lapisan kulit yang paling dalam, atau yang biasa disebut sebagai dermis. Dari sel darah putih yang menyatu untuk menempatkan partikel tinta tersebut.

Sayangnya, partikel tinta jauh lebih besar dan lebih banyak dari sel darah putih, hal ini yang membuat tato membutuhkan waktu cukup lama untuk memudar. Walaupun bisa memudar, tetapi tato tidak akan bisa hilang sama sekali secara alami. Maka dari itu tato menjadi permanen dan tidak bisa dihilangkan serta sangan sulit untuk menghilangkannya.

Tidak hanya itu, warna dan jenis tinta tato yang digunakan pun sangat berpengaruh. Selain itu, warna kulit orang yang ditato juga menjadi alasan kenapa tato sulit dihilangkan. Misalnya Warna tato seperti hitam, hijau, dan biru gelap akan lebih mudah dihilangkan dibandingkan merah, jingga, putih.

Sedangkan untuk warna kulit, bagi orang yang memiliki kulit berwarna gelap akan lebih sulit menghilangkan tato dibandingkan orang dengan warna kulit lebih terang. Tidak hanya itu, pada orang kulit gelap ada risiko bekas luka atau kehilangan pigmen kulit alami walaupun dilakukan dengan menggunakan teknik laser.

Jadi, jangan coba-coba ya untuk mentato tubuh, sudah kebayangkan gimana rumit dan pedihnya. Walaupun katanya tato adalah seni, tapi alangkah baiknya jika seni lukis diatas kanvas atau kertas sebagai medianya. Selain bisa dihapus, hasil karya seni diatas kanvas jauh lebih bermanfaat dan bisa bernilai ekonomi tinggi, misalnya bisa dijual atau bahkan menjadi sebuah lukisan sejarah si pelukisnya. (SBS/Panda)

You might also like
Comments
Loading...