Inflasi Naik, Harga Gabah Turun, Waspada Ekonomi Petani Usai Lebaran

Cilegon (15/06/2019), Satubanten.com – Gejolak perekonomian paska lebaran seringkali menjadi permasalahan yang harus disikapi dengan baik. Tidak terskecuali para petani yang menggabtubgkan kehidupannya pada hasil panen. Jika perekonomian pekerja selama lebaran ditopang dengan adanya insentif Tunjangan Hari Raya (THR), tidak demikian dengan petani.

Seno salah satu petani di Jombang Wetan, Cilegon mengakui adanya kesulitan tersebut. Dirinya harus cermat mengatur perekonomian saat usai lebaran semacam ini akibat pengeluaran yang membludak saat lebaran kemarin.

“Kalau orang yang kerja si enak aja mas, beda ama yang kita petani. Mereka mah dapet THR, nah kalau kita siapa yang ngasih THR. Ada juga dari toko langganan biasanya, itu juga biasanya makanan atau parcel aja. Buat belanja keperluan lebaran kan tetap dari tabungan,” tuturnya.

Perekonomian petani seringkali bergantung dari perputaran uang hasil panen dan pinjaman dengan jaminan hasil panen selanjutnya. Pembiayaan untuk keperluan perawatan juga seringkali menggunakan pembiayaan dari pinjaman mikro melalui Bank.

Kondisi tersebut diperparah dengan adanya inflasi di bulan tersebut. Melalui pantauan Satubanten, Sabtu (15/6) dalam data yang dirilis oleh Badan Pusat Statistik Banten, pada bulan Mei serta menjelang lebaran Inflasi Banten mencapai 0,49 persen. Hal ini memicu adanya kenaikan harga konsumen (IHK) rata-rata di Banten mengalami kenaikan 144,48 menjadi 145,18 pada bulan Mei.

BACA JUGA : Musim Panen Telah Tiba Kelompok Tani Kabupaten Pandeglang Sedang Bersuka Cita

Pada bulan yang sama, Nilai Inflasi pedesaan di Provinsi Banten juga cukup tinggi yakni sebesar 0,64 persen. Hal ini terjadi karena adanya kenaikan pada kelompok pengeluaran antara lain kelompok sandang, rokok dan tembakau, kesehatan, transportasi dan komunikasi serta pendidikan, rekreasi dan olahraga.

Selain itu, keadaan pertanian di bulan tersebut juga kurang menguntungkan petani. Pasalnya, menurut rilis data dari BPS Provinsi Banten, Harga Jual Gabah Kering Panen (GKP) juga mengalami penurunan dalam 3 bulan terakhir yakni Rp. 4.594 pada Maret, Rp. 4.105,- pada April dan Rp. 4.027,- pada Mei 2019 di tingkat penggilingan. Sedangkan di tingkat petani harganya lebih rendah lagi yakni Rp.4.477,- pada Maret, Rp. 3.978,- pada April dan Rp. 3.900,- pada Mei 2019.

Menurut Herry, salah satu pengurus Gapoktan Jombang Cilegon, kondisi semacam ini memang kerap dihadapi oleh petani. Oleh karena itu banyak diantara petani yang juga beralih fungsi ke sektor peternakan untuk menyiasatinya.

“Kalau kondisi itu memang sudah selalu dihadapi oleh para petani, pak. Makanya biasanya kalau di hari-hari lebaran petani menyiasatinya dengan jualan. Bisa ayam, bebek atau Kambing yang punya atau Kerbau. Kebetulan kan kalau menjelang lebaran ada pasar daging Kerbau kan,” pungkasnya.

You might also like
Comments
Loading...