IMC Rayakan Dies Natalis ke-14

Cilegon (23/06/2019), Satubanten.com – Ikatan Mahasiswa Cilegon (IMC) merayakan Dies Natalis ke-14, Minggu (23/06) di Aula Kantor Kecamatan Cibeber. Acara tersebut dihadiri oleh Anggota dan beberapa alumni. Meski masih berusia remaja, IMC berkomitmen untuk terus mengawal isu-isu yang berkaitan dengan masyarakat dan kebijakan-kebijakan yang ada di Kota Cilegon.

“Umur 14 tahun itu ibaratnya kan kita lagii muda-mudanya, masih remaja gitu. Namun di usia muda ini kita tetap mengawal kebijakan – kebijakan yang ada di Kota Cilegon ini, entah itu pendidikan, pemerintahan ataupun infrastruktur,” kata Azarudin selaku Divisi Komunikasi Dewan Pengurus Pusat IMC.

Azarudin mengatakan bahwa IMC selalu berusaha bergerak cepat jika terjadi masalah di masyarakat. IMC tidak perlu menggunakan metode yang berbelit-belit dan birokrasi yang rumit. Ia mengatakan setiap ada laporan dari masyarakat IMC akan hadir memberikan solusi.

Dalam bergerak, IMC senantiasa mengedepankan isu-isu kedaerahan tanpa melupakan isu nasional yang sedang hangat diperbincangkan.

“Sebagai contoh, saat pelaksanaan Pemilu 2019 lalu, IMC secara penuh mengawal proses jalannya pemilu ini dan senantiasa berkoordinasi denga KPU dan Bawaslu dalam mengawal Pemilu di daerah Kota Cilegon,” imbuuhnya.

Hingga saat ini IMC telah menjangkau ke semua kampus yang ada di Cilegon maupun Serang. Untuk Komisariat Serang ada dari Kampus Untirta Teknik dan UIN SMH Banten, Unsera dan UNIBA. Sedangkan untuk di Kota Cilegon ada IMC Kedutaan Untirta FT, IMC Kedutaan Al Khairiyah dan LP3I. Sedangkan untuk tingkat pelajar, IMC mencoba menjadi jembatan dan mewadahi pelajar-pelajar Kota Cilegon (dan Serang) yang hendak melanjutkan pendidikan ke tingkat Mahasiswa.

“Sebagai putra daerah hendakya mahasiswa senang berada di Ikatan Mahasiswa Cilegon. Karena dengan disini kita bisa berinteraksi dengan tidak ada sekat. Kemudian kita bisa bersama-sama mengawal kebijakan-kebijakan yang ada di pemerintah. semisal pemerintah kita lalai maka tugas kita mengingatkan. Karena sejatinya kita adalah anak-anak dari pemerintah yang juga sebagai bapak-bapak kita. Maka saat mereka salah, tugas kita adalah menyentil mereka supaya sadar bahawa pemerintah salah dan akhirnya mau berbenah,” pungkasnya. (IBC/SBS032)

 

You might also like
Comments
Loading...