Imbas Corona, Bisnis Jasa Transportasi di Banten Turun 80 Persen

Serang (20/3/2020) Satubanten.com – Dampak dari penutupan sementara sejumlah objek wisata di banyak daerah di Indonesia akibat dari kebijakan Kejadian Luar Biasa (KLB) Covid-19yang mempengaruhi kunjungan wisata berimbas kepada Bisnis transportasi.

Sekjen Dewan Pimpinan Pusat Organisasi Pengusaha Rentcar Daerah (Asperda), Erwin Suryana menuturkan, berdasarkan informasi dari daerah yg masuk ke DPP, diantaranya Surabaya, Semarang, Jakarta, Bali, Jogja, Bandung, dan kota lainnya rata-rata penurunan nya antara 70-80% , termasuk 30 Pengusaha transportasi di Banten.

“Kebanyakan tamu cancel rencana perjalanannya, selain itu ada beberapa kantor dan instansi yg menerapkan work from home, sehingga juga berdampak ke bisnis transportasi,” ujarnya kepada satubanten.com, Jum’at (20/3).

Sementara itu, Ketua Asperda Banten, Muhammad Aris, mengungkapkan Pihaknya tetap mendukung upaya pemerintah dalam rangka pencegahan penyebaran virus COVID-19. Namun, Asperda Banten juga meminta pihak regulator dalam hal ini Pemerintah, BI dan OJK untuk mengambil kebijakan keringanan bagi pengusaha sektor transportasi, khususnya pengusaha rental mobil di Indonesia.

“KLB Corona ini jelas mengancam keberlangsungan usaha kami dibidang rental kendaraan karena sepinya order. Sementara kewajiban angsuran ke Bank dan Leasing tetap berlaku sebagaimana mestinya.” ujar Aris.

Untuk itu Asperda meminta agar regulator memfasiltasi Keringanan Penundaan (re-schedule) pembayaran angsuran Bank, Leasing bagi pengusaha rental kendaraan di seluruh Indonesia selama masa KLB. Kemudian Penghapusan bunga denda pada masa penundaan serta Menghapus pajak penghasilan (pph) bagi perusahaan rental kendaraan selama masa KLB. (SBS/02)

You might also like
Comments
Loading...