IHSG Ditengah Rupiah Yang Terus Melemah

Serang, (06/09/2018) Satubanten.com -Sejak beberapa pekan terakhir nilai tukar rupiah terus mengalami pelemahan terhadap dolar Amerika Serikat (AS) hingga mencapai di angka Rp 15.087 per dollar AS. Hal tersebut berpengaruh terhadap pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Dengan kata lain berada kembali berada di zona merah untuk kedua kalinya di tahun ini.

Kepala Kantor Bursa Efek Indonesia (BEI) Perwakilan Serang mengakui terkait hubungan nilai tukar rupiah terhadap IHSG sangat kuat. “Ini sudah dibuktikan oleh beberapa penelitian empiris di sejumlah kampus baik di thesis maupun skripsi dan penelitian lainnya. Jadi hubungan rupiah terhadap IHSG sangat berpengaruh,” katanya.

Hal ini dikarenakan banyak perusahaan yang sahamnya tergabung dalam IHSG masih terpengaruh tinggi terhadap fluktuasi mata uang rupiah. Baik dari sisi pinjaman luar negeri maupun penggunaan bahan baku yg masih di import.

Sehingga hal ini menyebabkan banyak investor yang melalukan aksi jual ketika rupiah melemah. Karena ketika rupiah melemah bagi mereka harga saham menjadi murah. “Pasar modal juga masih di zona merah dan investor rata-rata masih wait and see perkembangan global,” ujar Fadly.

Dilanjutkan Fadly, BEI akan terus menggencarkan sosialisasi dan edukasi pasar modal kepada masyarakat Indonesia, khususnya di Banten untuk bergabung ke pasar modal. Hal ini juga dimaksudkan untuk mendorong ketahanan pasar modal agar masyarakat juga bisa menentukan nasibnya sendiri.

“Tidak masalah asing keluar, yang penting lokal terus bertambah, sehingga pada saat mereka masuk kembali tidak akan dapat harga murah lagi untuk saham-saham perusahaan yg memiliki fundamental cemerlang,” tutur Kepala KPW BEI.

Beberapa tahun terakhir, Fadly menuturkan masih didominasi asing untuk pemegang Saham. Baru di tahun 2018 ini lokal lebih dominan, dikarenakan banyak asig yang keluar dari Indonesia.

Hal ini juga dibuktikan sejak awal tahun 2018 hingga saat ini jumlah investor pasar modal di Provinsi Banten telah mencapai 50.000 Single Investor Identification (SID) atau sekitar 0,8 persen dari jumlah penduduk di Banten.

Sampai dengan pertengahan tahun 2018, BEI terus mencatatkan pencapaian-pencapaian melampaui tahun-tahun sebelumnya. Fund raising dari 31 pencatatan saham baru hingga 7 Agustus 2018 telah mencapai Rp12 triliun, melebihi total pencapaian pada tahun 2017. Frekuensi perdagangan saham harian terus meningkat mencapai 392 ribu kali dan merupakan yang tertinggi di ASEAN.

Hal ini didukung dengan aktivitas investor yang juga mencapai nilai tertinggi hingga 43 ribu investor per hari. Dan, dalam mewujudkan penyelenggaraan perdagangan efek yang teratur, wajar, dan efisien, BEI telah sukses melakukan upgrade sistem perdagangan dan meningkatkan kapasitas perdagangan hingga 2 kali lipat atau 15 juta order dan 7.5 juta transaksi per hari.

“Selain itu, availability sistem perdagangan juga meningkat menjadi 99.982% yang didukung oleh data center level tier-3,” Fadli menambahkan. (SBS/029)

You might also like
Comments
Loading...