IAS Kembangkan Solusi Context Control, Tambahkan Bahasa Indonesia dan Bahasa Thai

Jakarta, Satubanten.com – Integral Ad Science (IAS), pemimpin global di sektor verifikasi iklan digital, mengumumkan peluncuran layanan Bahasa Indonesia dan Bahasa Thailand untuk solusi Context Control, Jumat (27/11/2020)

Solusi periklanan kontekstual dari IAS kini tersedia di seluruh dunia dalam berbagai bahasa, termasuk Bahasa Indonesia, Mandarin, Hindi, Jepang, Thailand, dan Vietnam.

Pengiklan kini bisa mengakses solusi “brand suitability” yang terkemuka dalam bahasa baru, melengkapi sejumlah versi dalam bahasa Mandarin, Hindi, Jepang, dan Vietnam yang sebelumnya telah tersedia.

Rangkaian solusi Context Control kini dilengkapi teknologi semantik yang canggih untuk verifikasi iklan digital. Dengan demikian, solusi ini memberikan akurasi dan rincian yang luar biasa dalam klasifikasi konten daring.

Klasifikasi konten terbaik dapat menghasilkan presisi dan skala pada jenjang yang baru. Layanan tersebut dapat dimanfaatkan kalangan pemasar yang menginginkan keterkaitan konten (content adjacency) dengan kampanye periklanan digital. Pengiklan melakukan kampanye periklanan dalam siklus berita global yang selalu diperbarui (always-on). Untuk itu, IAS menghadirkan solusi brand safety dan brand suitability yang berguna. Kedua solusi tersebut secara akurat menilai konten dan konteks laman secara lengkap, apa pun bahasanya.

Laura Quigley, SVP, Asia Pasifik, Integral Ad Science, berkomentar bahwa dukungan bahasa lokal yang disediakan Context Control akan membantu pengiklan di Asia Pasifik untuk mendapatkan analisis hingga pada jenjang laman situs (page-level analysis), dan lebih dari sekadar URL. Dengan fitur ini, merek dapat menyesuaikan konten mereka dalam bahasa lokal, dan selalu beriklan dengan konteks yang relevan.

“Context Control membantu pemasar untuk menemukan keterkaitan konten yang terbaik dalam kampanye periklanan lewat penerbit media (direct) dan metode terprogram (programmatic),” ungkapnya.

Lebih lanjut, Laura mengungkapkan bahwa teknologi semantik IAS telah dipatenkan, dan mudah memahami konteks asli dalam Bahasa Indonesia dan Bahasa Thailand, bahkan mendekati kemampuan manusia (human-like machine comprehension). Sistem ini mempertimbangkan konteks, emosi, dan sentimen guna memberikan klasifikasi laman yang tepat.

“Tantangan utama bagi merek dan agensi di seluruh wilayah Asia Pasifik adalah mengelola berbagai bahasa di industri media yang terfragmentasi. Kini, mereka dapat bermitra dengan IAS dan memperoleh dukungan teknologi dan bahasa untuk brand safety dan brand suitability dalam dunia digital yang bergerak cepat. Kami membantu pemasar meningkatkan interaksi konsumen (consumer engagement), kinerja iklan, dan imbal-hasil atas investasi iklan,” pungkasnya. (RLS/SBS)

You might also like
Comments
Loading...