Hujan Deras Hambat Proses Evakuasi Korban Tsunami Anyer dan Pandegalng

Pandeglang (23/12/2018), Satubanten.com – Gelombang tinggi yang terjadi di Selat Sunda dan menerpa daerah Anyer, Pandeglang dan Lampung menimbulkan korban jiwa maupun kerusakan bangunan. Gelombang yang diduga merupakan tsunami tersebut diduga akibat aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau. Setidaknya hingga saat ini terdapat 28 korban jiwa yang tersebar di tiga daerah terdampak Tsunami tersebut. Kusmayadi selaku Kepala BPBD Provinsi Banten mengungkapkan bahwa kondisi hujan lebat menyulitkan evakuasi.

“Untuk saat ini kan masih hujan, jadi kami mengalami ksulitan dalam mengevakuasi. Beberapa juga kami mengalami kesulitan karena peralatan berat belum beroperasi maksimal,” tutur Kusmayadi.

Sementara itu Bupati Pandeglang, Irna Narulita mengatakan pihaknya telah meninjau ke lapangan. Beberapa alat berat juga sudah dikerahkan melalui PU Provinsi Banten. Penyaluran sembako juga sudah disalurkan sementara untuk menanggulangi dampak awal dari adanya tsunami tersebut.

“Kita sudah berikan tadi beberapa makanan, tadi kita beli nasgor juga segala macem kita diberiklan ke msyarakat, alat berat juga sudah dikerahkan baik dari BPBD maupun dari PU Provinsi juga. Karena sekarang masih pagi nanti kita akan belikan sarapan juga buat masyarakat,” tutur Irma.

Sementara itu, posko-posko dapur umum baru akan dibangun di pagi hari, melalui bantuan langsung dari Pemerintah Kabupaten Pandeglang. Hal ini diungkapkan langusng oleh Endang Permana selaku Kepala Seksi BPBD Kabupaten Pandeglang.

“Tadi menurut info dari Bupati juga sudah turun dan logistik juga sudah didistribusi. Sedangkan untuk dapur umum kita akan bangun pagi ini, kebetulan tadi informasinya sudah ada bantuan dari pemerintah Kabupaten jadi kita akan segera bangun untuk msayarakat,” pungkas Endang. (IBC/SBS032)

You might also like
Comments
Loading...