HMPI dan KEMENPORA mengecewakan masyarakat Desa Kadu Engang

Pandeglang, (11/11/2018) Satubanten.com,- Kirab Pemuda 2018 adalah program unggulan kemenpora yang bekerjasama dengan Himpunan Mahasiswa Pascasarjana Indonesia (HMPI). Program ini bertujuan merangkul persatuan dan menciptakan kedamaian di masyarakat. Kirab pemuda kab. Pandeglang rencananya dilaksanakan di bawah gunung karang tepatnya desa Kadu Engang pada hari sabtu, 10 November 2018.

Teman-teman panitia kirab pemuda Pandegang sudah 5 kali menjumpai masyarakat dan rapat besar dengan tokoh masyarakat Kadu Engang demi terlaksananya dan suksesnya kegiatan ini. Selanjutnya teman-teman panitia juga sudah mendapat surat rekomendasi dari Dispora kab. Pandeglang mengenai izin kegiatan ini. Tapi apa mau disangka teman-teman panitia berserta masyarakat Kadu Engang dikhianati dan dikecewakan orang pengurus HMPI dan KEMENPORA. H-1 tanpa ada keterangan yang jelas, kegiatan yang sudah direncakan dan sudah menyebarkan undangan kepada semua pihak ini dibatalkan sepihak. Jelas ini merupakan perbuatan yang tidak terpuji dan tidak berakhlakul karimah. Padahal kita tahu, koordinator nasional kirab pemuda 2018 ini adalah Andi Fajar calon terkuat ketua PP muhammadiyah menggantikan Dahnil Azhar Simanjutak.

Kegiatan yang dinaungi oleh KEMENPORA inipun seolah-olah milik HMPI, tidak ada respon atau tanggapan dari KEMENPORA sedikitpun. Jujur panitia kecewa dengan KEMENPORA, karena tidak menunjukan sikap bijaksana. Padahal orang-orang di KEMENPORA itu adalah putra-putri terbaik yang dipercaya oleh masyarakat untuk membangun Indonesia agar lebih baik lagi.

Hingga sampai saat ini masyarakat Kadu Engang dan panitia belum bisa menerima kenyataan pahit seperti ini, karena begitu banyak persiapannya tapi malah dikecewakan tanpa berpikir seberapa besar perjuangan membuat acara di masyarakat. Apalagi tamu undangan perwakilan Kodim Pandeglang sudah datang di pagi harinya. Membuat Kepala Desa kadu Engang tertunduk malu dengan kejadian ini. Kepala Desapun tak bisa berbuat apa-apa, hanya bisa memberitahu masyarakat bahwa kegiatan ini dibatalkan.

Adapun rencana kegiatan ini yang sudah dirapatkan bersama masyarakat yaitu 100 paket sembako untuk anak yatim/dhuafa, renovasi masjid, cek kesehatan gratis, penanaman pohon dan pembagian bibit tanaman untuk masyarakat dan ditutup dengan bacakan bersama dengan masyarakat.

Raut kecewa juga terlihat oleh muka Pak Muis, salah satu tokoh masyarakat kampung Cinangka desa Kadu Engang. Beliau meminta kita untuk bersabar, walaupun kita sudah jatuh tapi jangan sampai kita tidak bangkit lagi. Karena orang yang besar itu, mereka akan terus bangkit walaupun beberapa kali jatuh.

Fitra Nugraha selaku panitia yang bertanggungjawab untuk kegiatan di Desa Kadu Engang kab. Pandeglang inipun tak tahu harus berbuat apalagi dikala masyarakat sudah kecewa. Fitra juga mengkritik kebijakan HMPI dan KEMENPORA yang berbuat sewenang-wenang, seakan-akan masyarakat dan panitia ini lulusan anak SD yang mudah dibohongi. Padahal kita tahu orang-orang HMPI dan KEMENPORA itu adalah orang-orang lulusan terbaik Universitas Favorit di Indonesia, tapi mereka menunjukan sikap lulusan yang terbaik.

Fitra berharap Saudara Andi Fajar dan KEMENPORA harus bertanggungjawab dengan kegiatan ini. Jangan sampai nama organisasi dan intansi ini buruk dihadapan masyarakat.  Apalagi HMPI adalah organisasi mahasiswa pascasarjana yang harusnya mangayomi masyarakat dan memberikan contoh yang baik untuk organisasi kemahasiswaan lainnya.(SBS/009)

You might also like
Comments
Loading...